DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 18:10 WIB

Digugat Pengelola Hotel Rp 1 T, Pemprov Aceh akan Tuntut Balik

Agus Setyadi - detikNews
Digugat Pengelola Hotel Rp 1 T, Pemprov Aceh akan Tuntut Balik Foto: Mess Aceh yang jadi sengketa gugatan (dok Pemprov NAD)
Banda Aceh - PT AHM Indonesia menggugat Pemerintah Aceh Rp 1 triliun terkait bisnis hotel di Menteng, Jakarta. Pemprov Aceh saat ini masih mengkaji alasan PT Amazing Hotel Management (AHM) melakukan gugatan dan berencana menggugat balik jika memungkinkan

"Surat yang dikirim ke Pemerintah Aceh kemarin kan masih dalam surat online, belum dalam bentuk resmi. Tim hukum sedang melakukan kajian. Saya juga kebetulan di Jakarta rencana pulang ini akan kita lakukan kajian dan kemungkinan kita juga akan lakukan gugatan balik. Ini kita kaji dulu lah apa alasannya," kata Kepala Biro Hukum Setda Aceh Amrizal J Prang saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya, PT AHM yang ditunjuk untuk mengelola Mess Aceh sebagai hotel di Jakarta diduga melakukan pelanggaran. Mereka dianggap bermasalah dalam proses pengelolaannya sehingga Pemerintah Aceh memutuskan kontrak kerjasama.

"Kita akan kaji kembali dengan prosesnya, kita akan duduk kembali ya alasan-alasan mereka lakukan gugatan. Kalau ada indikasi mereka ada pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan kita akan upayakan hukum kembali," jelas Amrizal.



Selain itu, berdasarkan informasi dari perwakilan Aceh di Jakarta, pengelola hotel tersebut juga sudah dua tahun tidak menyetor ke kas Tanah Rencong. "Potensi inilah yang kita pelajari ada kemungkinan mereka melakukan pelanggaran," ungkap Amrizal.

Seperti diketahui, PT AHM menggugat Pemprov Aceh senilai Rp 1 triliun. gugatan itu mengantongi nomor perkara 551/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst. Dalam gugatannya, PT AHM menyatakan Pemerintah Aceh sudah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap PT AHM.

AHM meminta majelis hakim agar memutuskan:

1. Menyatakan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan PT AHM Indonesia tentang Kerjasama Pemanfatan Tanah dan Bangunan (Mess Aceh) milik Pemerintah Aceh di Jalan RP Soeroso Nomor 14 Menteng Jakarta Pusat dengan Nomor: 11/PKS/2014 dan 08/DIR/V/2014 yang dibuat dan ditandatangani antara penggugat dan tergugat tanggal 30 Mei 2014 adalah sah dan berharga.

2. Menghukum tergugat untuk mengganti kerugian yang diderita penggugat yaitu kerugian material sebesar Rp 8.201.000.000 dan kerugian immaterial sebesar Rp. 1.000.000.000.000.

3. Meletakkan sita jaminan (conservatoir beslaag) atas aset milik tergugat berupa tanah dan bangunan di atasnya beserta segala turutan di atasnya milik tergugat terletak di Jl RP Soeroso No 14 Cikini Menteng Jakarta Pusat.



(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed