DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 14:32 WIB

Siap Kombinasikan Susu dan Ikan Lele, Tim Prabowo: Tak Perlu Impor

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Siap Kombinasikan Susu dan Ikan Lele, Tim Prabowo: Tak Perlu Impor Foto: Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade (Zhacky-detik)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyindir program 'Gerakan Emas' Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak realistis. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno balas menyindir

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyebut, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), banyak anak yang kurang gizi. Untuk itu, ia menilai pentingnya 'Gerakan Emas' yang merupakan program gerakan emak-emak dan anak minum susu serta asupan protein lainnya.

"4 tahun Pak Jokowi memimpin Indonesia, 1 dari 3 anak Indonesia itu gagal tumbuh. Lalu apa yang dilakukan pemerintah Jokowi? Nggak ada kan," ujar Andre kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).

"Jangan sibuk pencitraan tapi SDM (sumber daya manusia) kita terancam karena gagal tumbuh," imbuh anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra itu.


Andre meminta Timses Jokowi-Ma'ruf untuk tak memperdebatkan perihal 'Gerakan Emas'. Dia pun mengaku siap, jika nantinya gerakan minum susu itu kemudian dikombinasikan dengan penyediaan ikan lele seperti yang diungkapkan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding.

"Saya rasa nggak ada masalah, pakai susu dikombinasikan dengan lele itu bagus. Karena kita harus memerangi stunting. Asal Bang Karding tahu, dulu zaman Pak M Yusuf jadi Panglima ABRI itu seluruh TN wajib minum susu, telor, dan kacang hijau tiap hari. Itu menunjukkan susu itu penting," tuturnya.

"(Sehingga) Ibu-ibu, emak-emak ini bisa semakin sehat. Ide ini bisa dikombinasikan, bukan saling menyerang," imbuh Andre.


Andre juga menepis pernyataan Karding yang menyebut penyediaan susu dari hasil impor. Sebab, menurutnya Indonesia sudah memiliki banyak pabrik yang memproduksi susu.

"Dan saya rasa susu ini udah bisa diproduksi di dalam negeri, pabrik susu kan banyak. Tidak perlu impor. Sehingga 'Gerakan Emas' ini memang harus dilaksanakan. Meskipun Bang Karding nggak setuju, saya rasa bisa dikombinasikan," katanya.


Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyindir program 'Gerakan Emas' Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Program yang merupakan kelanjutan dari 'Revolusi Putih' Prabowo itu dinilai tidak realistis.

Gerakan Emas merupakan program gerakan emak-emak dan anak minum susu. Orientasinya adalah pada penyediaan protein untuk anak dan ibu miskin. Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari stunting.

"Kalau susu itu kan pasti impor ya. Tidak mengedepankan local wisdom. Padahal untuk penyediaan protein bisa dengan ikan lele. Lele itu proteinnya 30% sama seperti daging yang harganya ratusan ribu. Lele itu paling Rp 20 ribu sekilo," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding saat dihubungi, Rabu (17/10/2018)



Saksikan juga video 'Prabowo Copas Slogan Trump, Sandi: Kenapa Mesti Dikritik?':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed