Tape Manis untuk Presiden
Minggu, 21 Agu 2005 14:52 WIB
Jakarta - Beberapa orang Paspampres menerjang seekor 'harimau putih raksasa' yang tiba-tiba saja meloncat ke tribun utama Pawai Budaya Nusantara. Mereka bergerak cepat menyelamatkan kepala pemerintahan RI yang berada di sana dari terkaman si harimau itu.Tapi ternyata, si Raja Hutan ini sama sekali tidak buas. Jangankan menerkam, hewan ini malah menyerahkan seikat makanan tape manis kepada Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY). Ny. Ani Yudhoyono spontan menyambutnya sambil tertawa gembira. Paspampres lega. Penonton pun bertepuk tangan meriah. Demikian sekelumit adegan di luar skenario yang muncul saat kelompok kesenian Singo Wulung asal jawa Timur menunjukkan kebolehannya. Harimau putih raksasa itu pun cuma jadi-jadian. Ada dua orang seniman bersembunyi di balik kulitnya yang terbuat dari juntaian halus tali plastik warna putih.Tape manis yang dihidangkannya dikemas dalam susunan empat besek (wadah terbuat dari anyaman kulit bambu) yang diikat menjadi satu. Selain pasangan SBY-Ani, Wapres Jusuf Kalla, para anggota kabinet dan tamu lainnya, juga mendapatkan penganan khas Bondowoso tersebut yang dibawakan sejumlah penari. "Untung yang bawain penari cakep, bukan macan. Jadi nggak ikut kaget kan kita," celetuk seorang wartawan. Pawai Budaya Nusantara yang baru pertama kalinya diadakan ini berlangsung meriah. Sebanyak 2.226 orang seniman dari 33 provinsi berhasil membawakan kesenian populer dan tradisional dari daerahnya masing-masing dengan penuh semangat. Sebagai contoh, bersemangatnya penampilan kesenian Rampak Kenthong Purbalingga, peraih pengahargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) dan megahnya tampilan format sederhana Marching Band Pupuk Kaltim. Demikian pula halnya dengan tampilan kelompok kesenian Kuda Ronggeng, Totem, Hudoq, Pencak Silat, Sisingaan, Barongsai, Tek-tekan dan belasan lagi lainnya.Antusiasme juga ditunjukkan ribuan orang penonton yang memenuhi jalur-jalur hijau di sepanjang Jl. Medan Merdeka Utara dan Jl. Medan Merdeka Barat -rute pawai menuju lapangan Monumen Nasional (Monas). Mereka bersorak sorai memberi semangat. Terutama bila yangmelintas adalah kontingen dari daerah asalnya. Memang ada beberapa provinsi yang terlihat kurang persiapan. Tapi wajar saja, karena hajatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan ke-60 RI ini ini disiapkan dalam waktu kurang dari satu bulan sebelum hari-H. "Saat diberitahu Sesmil untuk menyiapkan pawai tiga pekan lalu, ya kan saya harus bilang siap," kata Ketua III Bidang Seni Budaya, Sapta Nirwandar, dalam sambutannya selaku ketua panitia pelaksana. Perayaan Kemerdekaan RI di era pemerintahan Presiden SBY yang pertama ini terasa berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Lebih banyak kegiatan seni budaya tradisional dan populer yang digelar. Baik yang massal sebagaimana hari ini atau cakupannya kecil, saat acara digelar di kompleks di Istana Kepresidenan 17 Agustus 2005 lalu. Ketika itu para tamu undangan Upacara Kenegaraan disambut dengan alunan Musik Bambu (Sulawesi Tengah), Musik Panting (Kalimantan Selatan) dan Gondang Batak (Sumatera Utara). Pada jamuan acara resepsi makam malam, giliran para seniman tarik suara yang tampil. Ada penyanyi senior seperti Ebiet G. Ade dan Rafika Duri, hingga dua pendatang baru jawara Indonesian Idols II, Mike dan Judika.Presiden SBY sendiri dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa pemerintahannya akan mencoba menggiatkan kembali kegiatan seni budaya dan olahraga. "Hidup jangan kaku. Cuma diisi dengan angka-angka, perhitungan ekonomi dan kegiatan politik. Tapi harus seimbang. Kita buat indah dengan seni dan budaya. Sehat dengan olahraga," tutur spiker tim bola volly Kepresidenan ini.
(asy/)











































