Bawaslu Minta Siswa SMA 87 Tak Terganggu Isu Tuduhan Guru Nelty

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 17 Okt 2018 13:14 WIB
Foto: Ketua Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri mendatangi SMAN 87. (Azizah-detikcom)
Jakarta - Ketua Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi hari ini mendatangi SMAN 87 Jakarta terkait kasus tuduhan doktrinasi yang dilakukan guru Nelty Khairiyah. Bawaslu meminta siswa tidak terganggu dengan tuduhan ke guru Nelty.

"Sebenarnya kami datang ke sini itu untuk memberikan motivasi pada anak-anak jangan sampai ada terbebani beban psikologi yang menganggu proses belajar mengajar," ujar Jufri di SMAN 87 Jakarta, Jalan Mawar II, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018).

Di hadapan para siswa, Jufri memohon maaf apabila tugas penyidikan yang dilakukan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Ia juga meminta para siswa untuk tenang dan tidak terbebani.



"Kami dari Bawaslu memohon maaf sebesar-besarnya jika ada yang kurang berkenan. Karena memang begitulah tugas Bawaslu. Kami menyampaikan kami belum menemukan indikasi itu jadi anak-anak harus tenang jangan terpengaruh isu-isu yang menyatakan mendoktrin siswa," ujarnya.

Meskipun proses penyelidikan masih berlangsung, Jufri menyampaikan kepada para siswa bahwa sejauh ini Bawaslu tidak menemukan indikasi doktrinasi yang dilakukan oleh guru Nelty. Ia juga meminta para siswa untuk tidak begitu saja mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.



"Kami dari Bawaslu menyatakan bahwa kasus ini tidak ditemukan ada indikasi yang mencoba untuk mendoktrin murid-murid yang ada di SMA 87," kata Jufri yang disambut tepuk tangan para siswa.

"Kami ajak kepada adik-adik sekalian jika menemukan atau mendapatkan berita-berita jangan langsung disebarkan kemana-mana sebelum mengetahui kebenarannya berita itu. Dan jangan juga terlalu percaya jika ada yang menyatakan bahwa murid ini telah didoktrin oleh huru padahal itu tidak ada kejadian sebenarnya," imbaunya.

Jufri juga menyatakan akan terus mencari siapa yang pertama kali menyebarkan informasi soal guru Nelty. Menurutnya, karena informasi itu lah suasana sekarang menjadi tidak kondusif.

"Maka sampai hari ini kami sebagai pengawas pemilu menelusuri siapa sebenarnya yang memberikan informasi tidak benar itu. Karena informasi-informasi itulah yang membuat suasana ini seperti ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Nelty membantah menyebarkan doktrin kepada muridnya untuk anti-Jokowi. Dia mengaku tak pernah mengumpulkan murid di masjid. Dia menegaskan dirinya sebagai aparatur sipil negara yang netral. Nelty menduga ada salah tafsir dari siswa yang menerima penjelasan darinya.

"Jadi dari saya pribadi ini, Pak, insyaallah, sama sekali tidak terjadi suatu apa pun dan tidak ada niat apa pun sama sekali. Saya termasuk guru yang insyaallah netral, saya netral sekali," ujar Nelty ketika dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/10). (fdu/rvk)