AS Pertahankan Tentaranya di Irak 4 Tahun Lagi
Minggu, 21 Agu 2005 12:27 WIB
Jakarta - AS tetap menempatkan 100 ribu personel Angkatan Darat di Irak. Padahal, pada 12 Agustus lalu, serangan konvoi patroli pasukan AS menewaskan 15 orang, termasuk delapan anak-anak. "Pasukan itu akan tetap berada di Irak sampai empat tahun mendatang," kata Komandan Operasi Khusus Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Peter Schoomaker seperti dikutip Associated Press, Minggu (21/8/2005).Tidak hanya itu, pasukan AS pun telah mempersiapkan segala hal untuk menghadapi kondisi terburuk bala tentaranya. Menurut Schoomaker, jumlah itu bisa saja lebih rendah. Sebab, tergantung kebutuhan rotasi pasukan, atau bisa saja ada penyusutan pasukan untuk kebutuhan patroli."Mungkin sekitar 138 ribu pasukan AS, termasuk di dalamnya 25 ribu personel Angkatan Laut yang sekarang sudah berada di Irak," ujar Schoomaker.Seperti diketahui, pada 12 Agustus lalu, dekat Masjid Ibnu al-Jawzi, Ramadi terjadi insiden penembakan dari konvoi patroli pasukan AS. Awalnya, usai salat Jumat, ada ledakan bom di tepi jalan, dekat konvoi patroli militer AS. Setelah ledakan itu, pasukan AS melepaskan tembakan ke arah jamaah yang baru keluar dari masjid.Akibat insiden itu, sedikitnya 15 orang tewas. Kepala Rumah Sakit Umum Ramadi Munem Aftan menyatakan, dari 15 orang tewas, delapan di antaranya anak-anak. 17 Orang lainnya juga cedera.
(ism/)











































