DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 12:43 WIB

Pelapor yang Tuding Guru Nelty Doktrin Anti Jokowi Masih Misterius!

Azizah Riski - detikNews
Pelapor yang Tuding Guru Nelty Doktrin Anti Jokowi Masih Misterius! Foto: Azizah Riski
Jakarta -

Identitas pelapor guru Nelty yang pertama mengadukan soal kasus doktrinasi anti Jokowi hingga kini belum terungkap. Bawaslu DKI Jakarta masih terus bekerja melacak si pelapor.

"Sudah (ketemu pemilik nomor), karena kita lacak, udah diperiksa di Bawaslu namun pemilik nomor telepon itu mengatakan dia tidak pernah mengirimkan SMS itu. Cuma dikaitkan dengan SMS yang dikirimkan ke kepala sekolah, ternyata anaknya masih kelas 3 SD. Jadi dianggap bahwa bukan dia yang mengirim," kata Ketua Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri di SMAN 87, Jalan Mawar II, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018).

Bawaslu sudah memanggil pemilik nomor yang terlacak dan sudah meminta keterangan. Berdasarkan keterangan pemilik nomor yang berinisial NH, bukan dia yang mengirim SMS aduan kepada kepala sekolah soal guru Nelty. Ia hanya membeli nomor itu untuk kemudian dikirim kepada temannya.

"Kemudian dia meregistrasi atas nama dia, kemudian dia kirim ke temannya. Tapi temannya sudah lama tidak pernah ketemu. Kami menduga orang yang menelepon ini bukan temannya, hanya mengaku-aku saja. Nomor itu atas nama NH," jelas Jufri.


Ada dua nomor telepon yang dilacak oleh Bawaslu, namun keduanya sudah tidak aktif. Bawaslu akan tetap melakukan pencarian hingga selesainya batas waktu penyelidikan.

"Kalau di tingkat Bawaslu kan 14 hari, sejak kami melakukan temuan. Karena kami kan ada batas waktu, ada batas menangani masalah pemilu. Jika ini terus, maka kami anggap tidak menemukan, apa namanya, pemberi informasi itu," ujar Jufri.

Sementara itu, proses penyidikan terhadap kasus doktrinasi yang dilakukan guru Nelty Khairiyah masih berjalan. Bawaslu sebelumnya juga telah memeriksa siswa-siswa SMAN 87 dan tak menemukan pernyataan guru Nelty melakukan doktrin anti-Jokowi. Hasil pemeriksaan siswa ini menjadi salah satu dasar dalam merumuskan keputusan final Bawaslu terhadap kasus ini.

"Karena ini memang masih dalam proses ya, kami mintai keterangan. Sampai saat ini memang belum kami temukan fakta (doktrin anti-Jokowi) itu. Ya, kata-kata (anti-Jokowi) itu belum kami temukan," kata komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, di SMAN 87 Jakarta, Selasa (16/10/2018).


(van/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed