Penobatan gelar itu dilaksanakan di Lokasi Situs Komalig R.S Pontoh Kaidipang Besar pada Selasa (16/10). Prosesi itu ditandai dengan penyerahan tongkat oleh tokoh adat Bolmut sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin tertinggi di Bumi Nyiur Melambai.
"Semenjak menjadi Gubernur Sulut, ini kedua kalinya menerima gelar adat. Yaitu dari masyarakat Bolmut dan masyarakat Sangihe," ungkap Olly dalam keterangannya, Rabu (17/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, kegiatan tak hanya diisi dengan pemberian gelar kehormatan bagi OD-SK saja, melainkan juga penobatan adat kepada pemimpin Bolmut periode 2018-2023. Yaitu pemberian gelar Ki Doni Pangulu Agu untuk Bupati Bolmut Depri Pontoh dan Wakil Bupati Amin Lasena yang menerima gelar Apango Doni Pangulu.
Tak lupa Olly berpesan pada bupati dan wakilnya itu agar memastikan proses penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan bisa tetap bergerak maju dan sinergis dengan apa yang dilakukan Pemprov Sulut dan Pemerintah Pusat.
Untuk itu kata Olly, demi suksesnya pelaksanaan berbagai tugas utama itu, kedua pemimpin Bolmut (bupati dan wakil) agar mampu menggalang dukungan yang utuh dari berbagai pihak. Terutama dalam jajaran birokrasi yang akan menjadi motor utama pelaksanaan tugas.
"Saya hadir di sini dengan asisten dan beberapa kepala dinas. Saya kira apa yang disampaikan Pak Bupati bahwa Pemprov Sulut tidak akan melupakan Bolmut. Kini hadir langsung sejumlah kadis artinya apa? Artinya mereka melihat secara langsung apa yang kurang bagi Bolmut sehingga dalam APBD 2019 nanti bisa meminta pada Pak Bupati dan Wakil. Pasti akan tuntas, mintalah maka kau akan ku beri," tutup Olly.
Turut hadir dalam kesempatan itu, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, para pejabat Pemprov Sulut dan Pemkab Bolmut. (ega/mul)











































