DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 11:24 WIB

Terima Menlu Palestina, DPR Kecam Niat Australia terkait Yerusalem

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Terima Menlu Palestina, DPR Kecam Niat Australia terkait Yerusalem Foto: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bertemu Menlu Palestina Riyad al-Maliki. (Gibran-detikcom)
Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima Menlu Palestina Riyad al-Maliki. Bamsoet mengecam niat Australia memindahkan Kedutannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Hari ini saya kedatangan Menlu Palestina. Ini merupakan hari terakhir beliau di Indonesia setelah berkunjung kurang lebih 5 hari. Yang pasti kami dari DPR memberikan dukungan penuh dan terus berada satu penderitaan dengan rakyat Palestina," ujar Bamsoet usai pertemuan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

"Kami juga mengecam tindakan Australia dan kita minta Australia mempertimbangkan kembali pemindahan kedubes karena itu merupakan bentuk pengakuan," imbuh dia.


Bamsoet menegaskan niat Australia jika diwujudkan dapat merusak hubungan internasional. Perdamaian dunia, kata Bamsoet, pun bisa terdampak.

"Ini tidak saja melanggar hukum internasional tapi juga berpotensi mengganggu perdamaian dunia yang selama ini kita jaga bersama," tutur Bamsoet.


Soal langkah konkret apa yang akan ditempuh DPR RI dalam polemik wacana Australia memindahkan Kedubes di Israel ke Yerusalem, Bamsoet mengatakan pihaknya segera mengingatkan parlemen Australia.

"Saya juga sampaikan kepada yang mulia bahwa kami parlemen akan mengingatkan parlemen Australia untuk mengingatkan pemerintahnya untuk tidak membuatkan statement atau membuat rencana itu karena itu akan mengganggu hubungan bilateral maupun perdamaian dunia yang selama ini kita jaga," tutur Bamsoet.

Wacana pemindahan kedubes itu dibuka oleh PM Australia Scott Morrison. Morrison mengatakan terbuka terhadap usulan untuk memindahkan Kedutaan Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dia menyebut usulan itu bisa diterima.

Seperti dilansir ABC Australia, Selasa (16/10), pernyataan Morrison muncul setelah adanya pembicaraan dengan calon dari Partai Liberal untuk daerah pemilihan Wentworth di Sydney, Dave Sharma. Sharma adalah mantan Dubes Australia untuk Israel.

Presiden Joko Widodo langsung menelepon PM Australia Scott Morrison. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi jelas tidak setuju dengan wacana itu.

"Kita memang nggak pernah setuju mengenai itu. Tapi itu kan hak dia. Kita nggak setuju. Presiden juga menyatakan nggak setuju mengenai itu," ujar Luhut di Istana Kepresidenan.



=====


(gbr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed