DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 07:33 WIB

PPP Minta Kajian Pelindung Antipeluru di DPR Dilakukan Transparan

Yulida Medistiara - detikNews
PPP Minta Kajian Pelindung Antipeluru di DPR Dilakukan Transparan Pistol peluru nyasar gedung dpr (Foto: dok. Istimewa)
FOKUS BERITA: Peluru Nyasar di DPR
Jakarta - PPP mengaku setuju dengan rencana peningkatan keamanan gedung DPR karena merupakan objek vital. Akan tetapi PPP meminta agar wacana pemasangan pelindung anti peluru di gedung DPR itu dikaji secara transparan terlebih dulu.

"PPP meminta agar soal pemasangan kaca film anti peluru ini dikaji lebih dahulu secara transparan. Kami setuju bahwa keamanan gedung DPR sebagai bagian dari obyek vital negara yang perlu dilindungi dan semua yang bekerja dan berada didalamnya perlu ditingkatkan. Namun perlu kajian secara komprehensif bagaimana konsekuensi beban anggarannya," kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani, saat dihubungi detikcom, Kamis (17/10/2018).

Sekjen PPP itu mengingatkan pentingnya pengkajian anggaran mengenai rencana pemasangan kaca film anti peluru itu. Selain itu ia menilai pengkajian juga perlu dilakukan mengenai wacana pemindahan lapangan tembak dari Senayan.


"Jika dengan terlalu besar nantinya maka perlu dengan alternatif pengamanan yang lain, termskuk mengkaji pemindahan lapangan tembak dan pengetatan aspek keamanan di wilayah sekitar gedung DPR," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan kembali soal pentingnya keamanan gedung DPR setelah adanya indiden peluru nyasar. Bamsoet meminta Badan Urusan Rumah Tangga DPR mengkaji pemasangan lapisan kaca film antipeluru.


Dia menegaskan usulnya ialah memasang lapisan kaca film, bukan kaca antipeluru. Selain itu, pemasangan tak dilakukan di seluruh kaca gedung DPR.

"Sekadar meluruskan statement saya sebelumnya, bahwa kami sebagai pimpinan DPR meminta BURT untuk mengkaji perlu-tidaknya beberapa bagian kaca yang menghadap Lapangan Tembak Perbakin Senayan diberi lapisan kaca film yang dapat menahan terjangan peluru. Jadi bukan menggantinya dengan kaca antipeluru yang memang sangat mahal," ujar Bamsoet kepada wartawan, Selasa (16/10/2018).

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menilai terlalu berlebihan apabila DPR dilapisi kaca antipeluru. JK menyebut harga kaca anti peluru sangat mahal dan dirasa belum dibutuhkan.

"Wah itu berlebihan. Apa? Kaca antipeluru? Itu berlebihan. Yang harus diawasi tempat latihan Perbakin itu," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).


Saksikan juga video 'Kondisi Ruangan Wenny Warouw Usai Ditembus Peluru Nyasar':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/nvl)
FOKUS BERITA: Peluru Nyasar di DPR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed