DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 07:14 WIB

Hanura: Lebih Baik Lapangan Tembak Dekat Gedung DPR Dipindah

Yulida Medistiara - detikNews
Hanura: Lebih Baik Lapangan Tembak Dekat Gedung DPR Dipindah Peluru nyasar dpr dan pistol (Foto: Kanavino/detikcom)
FOKUS BERITA: Peluru Nyasar di DPR
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Badan Urusan Rumah Tangga DPR mengkaji apakah gedung DPR perlu dilapisi antipeluru atau tidak. Hanura menilai lebih baik lapangan tembak yang justru dipindahkan.

"Kita percayakan polisi untuk menyelidiki insiden penembakan tersebut. Jika memang benar akibat peluru nyasar dari lapangan tembak, maka yang harus dipindah adalah lapangan tembaknya, bukan kacanya yang diganti anti peluru," kata Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir, saat dihubungi detikcom, Kamis (17/10/2018).


Menurutnya posisi lapangan tembak harus dipindahkan dari sebelumnya dekat dengan DPR. Inas menilai keberadaannya dinilai membahayakan karena berada di lingkungan padat penduduk.

"Lapangan tembak tersebut memang sudah harus dipindah, karena berada di lingkungan padat manusia. Jadi nyasarnya bisa saja kearah lain kan?" imbuh Inas.

Ia setuju pandangan Wapres Jusuf Kalla (JK) yang menilai pemasangan kaca film anti peluru mahal. Inas mengaku jika membutuhkan biaya mahal lebih baik digunakan untuk membangun gedung DPR yang baru. Seperti diketahui DPR memang mengusulkan pembangunan gedung DPR baru.


"Jangan-jangan anggaran untuk ganti kaca anti peluru malahan bisa membangun gedung baru, jadi kenapa tidak dibangun saja gedung baru dengan design yang lebih aman bagi anggota?" ungkap Inas.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan kembali soal pentingnya keamanan gedung DPR setelah adanya indiden peluru nyasar. Bamsoet meminta Badan Urusan Rumah Tangga DPR mengkaji pemasangan lapisan kaca film antipeluru.


Dia menegaskan usulnya ialah memasang lapisan kaca film, bukan kaca antipeluru. Selain itu, pemasangan tak dilakukan di seluruh kaca gedung DPR.

"Sekadar meluruskan statement saya sebelumnya, bahwa kami sebagai pimpinan DPR meminta BURT untuk mengkaji perlu-tidaknya beberapa bagian kaca yang menghadap Lapangan Tembak Perbakin Senayan diberi lapisan kaca film yang dapat menahan terjangan peluru. Jadi bukan menggantinya dengan kaca antipeluru yang memang sangat mahal," ujar Bamsoet kepada wartawan, Selasa (16/10/2018).

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menilai terlalu berlebihan apabila DPR dilapisi kaca antipeluru. JK menyebut harga kaca anti peluru sangat mahal dan dirasa belum dibutuhkan.

"Wah itu berlebihan. Apa? Kaca antipeluru? Itu berlebihan. Yang harus diawasi tempat latihan Perbakin itu," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).


Saksikan juga video '2 Tersangka Peluru Nyasar di DPR Pakai Senpi Pinjaman':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/nvl)
FOKUS BERITA: Peluru Nyasar di DPR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed