DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 06:48 WIB

DPR Dilapisi Antipeluru, PKS: Lingkungan Sekitar juga Harus Aman

Jabbar Ramdhani - detikNews
DPR Dilapisi Antipeluru, PKS: Lingkungan Sekitar juga Harus Aman Anggota Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amalia (Foto: dok. pribadi)
FOKUS BERITA: Peluru Nyasar di DPR
Jakarta - Insiden peluru nyasar ke gedung DPR memunculkan wacana perlunya pemasangan kaca film antipeluru. Anggota Fraksi PKS Ledia Hanifa setuju dengan wacana tersebut demi keamanan anggota dewan.

Ledia menambahkan daerah sekitar DPR juga harus dipastikan aman dari potensi peluru nyasar.

"Bukan hanya itu (setuju dengan wacana pemasangan kaca film antipeluru demi keamanan anggota dewan), keamanan lingkungan sekitar perlu dijaga juga," kata Ledia lewat pesan singkat, Selasa (16/10/2018).


Alasan pemasangan kaca film antipeluru ini juga karena sebelumnya gedung DPR juga pernah diterjang peluru. Untuk alasan keamanan, menurutnya wacana tersebut pantas direalisasikan.

"Dengan demikian kita bisa melihat urgensinya. Kalau dari hasil analisisnya memang diperlukan, bisa dipasang," tuturnya.


Selain itu, Ledia menganggap penting untuk memastikan radius aman dari peluru nyasar yang berasal dari Lapangan Tembak Senayan. Pasalnya di kawasan tersebut juga banyak kehidupan masyarakat lainnya.

Gambaran lokasi Lapangan Tembak Senayan dengan gedung DPRDenah lokasi Lapangan Tembak Senayan dengan gedung DPR (Foto: dok. Istimewa)
"Tapi yang lebih utama, jika asalnya dari lapangan tembak, lapangannya harus dipastikan terminimalisir peluru yang nyasar dari situ. Karena pada radius yang sama bukan cuma gedung DPR. Ada sekolah, lingkungan, tinggal penduduk, dan lain-lain," paparnya.


Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan gedung DPR telah tiga kali diterjang peluru. Dia kemudian meminta Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengkaji apakah gedung DPR perlu dilapisi kaca film antipeluru.

Dia mengatakan gedung DPR adalah objek vital negara yang harus mendapatkan prioritas keamanan seperti gedung milik lembaga negara lain. Bamsoet mengatakan bagian gedung DPR yang perlu dilapisi peluru hanya yang menghadap Lapangan Tembak Senayan.


"Sekadar meluruskan statement saya sebelumnya, bahwa kami sebagai pimpinan DPR meminta BURT untuk mengkaji perlu-tidaknya beberapa bagian kaca yang menghadap Lapangan Tembak Perbakin Senayan diberi lapisan kaca film yang dapat menahan terjangan peluru. Jadi bukan menggantinya dengan kaca antipeluru yang memang sangat mahal," ujar Bamsoet kepada wartawan, Selasa (16/10/2018).

Usul Bamsoet ini tak terlepas dari insiden peluru nyasar yang terjadi pada Senin (15/10). Saat itu ruangan anggota F-Gerindra Wenny Warouw dan anggota F-Golkar Bambang Heri Purnama diterjang peluru nyasar.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menyatakan peluru tersebut berasal dari pistol yang ditembakkan dua orang pria yang tengah berlatih menembak di Lapangan Tembak Senayan. Polisi menyebut peluru yang ditemukan di dua ruangan tersebut identik dengan senjata yang digunakan oleh kedua pelaku.


IAW dan RMY ditetapkan tersangka karena diduga lalai dan dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Polisi menyebut pelaku menggunakan senjata yang berada di gudang saat berlatih di lapangan tembak. Polisi masih mendalami soal alasan senjata di gudang tersebut dipinjamkan kepada IAW dan RMY.

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini adalah satu pucuk senjata api jenis Glock 17, 9×19 buatan Austria, warna hitam-cokelat, 3 buah magasin berikut 3 kotak peluru ukuran 9×19. Selain itu, polisi menyita satu pucuk senjata api merek AKAI Costum buatan Austria kaliber 40 warna hitam, dua buah magasin, berikut 1 kotak peluru ukuran 40.


Saksikan juga video 'Dua Orang Ditetapkan Tersangka Peluru Nyasar ke DPR':

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/nvl)
FOKUS BERITA: Peluru Nyasar di DPR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed