DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 21:06 WIB

Dijerat KPK Kedua Kalinya, Billy Sindoro Terancam Tuntutan Maksimal

Haris Fadhil - detikNews
Dijerat KPK Kedua Kalinya, Billy Sindoro Terancam Tuntutan Maksimal KPK menahan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Skandal Suap Meikarta
Jakarta - KPK mempertimbangkan untuk menuntut maksimal Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta. Alasannya, ini kedua kalinya Billy dijerat KPK sebagai tersangka suap.

"Ini yang kami sayangkan dan sebenarnya mengecewakan bagi kita semua. Karena ada tersangka yang sebelumnya pernah divonis bersalah di kasus yang juga ditangani KPK dan suap pada saat itu. Nanti akan kami pertimbangkan lebih lanjut tuntutan maksimal sesuai perbuatannya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).


Billy memang pernah diusut dengan dugaan memberikan suap kepada M Iqbal, yang saat itu menjabat di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Billy dijatuhi vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti bersalah memberi suap Rp 500 juta kepada M Iqbal terkait kasus hak siar Liga Inggris.

Sekitar 10 tahun berselang, Billy kembali dijerat KPK sebagai tersangka dugaan suap proyek Meikarta. Ada sembilan orang yang menjadi tersangka dalam kasus ini.


Berikut ini orang-orang yang ditetapkan sebagai tersangka:

- Tersangka diduga pemberi

Billy Sindoro (Direktur Operasional Lippo Group), Taryadi (konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (konsultan Lippo Group), dan Henry Jasmen (pegawai Lippo Group)


- Tersangka pihak diduga penerima

Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Dewi Tisnawati (Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi), dan Neneng Rahmi (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi).

Neneng Hassanah dan jajarannya yang menjadi tersangka diduga menerima uang suap Rp 7 miliar. Uang itu merupakan bagian dari total commitment fee fase pertama yang dijanjikan sebesar Rp 13 miliar dari proyek tersebut.
(haf/jbr)
FOKUS BERITA: Skandal Suap Meikarta
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed