Fahri mengatakan sebenarnya pimpinan DPR sudah mencoba mengatur pertemuan dengan pihak Setneg atau pengelola GBK soal lapangan tembak. Namun, Fahri menduga Setneg terlalu banyak pekerjaannya.
"Sekarang saya minta tolong ke Pak Anies Baswedan saja. Mungkin Pak Anies Baswedan lebih punya imajinasi mengelola kawasan ini kan karena Setneg itu terlalu numpuk kerjaannya," ujar Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri mengaku heran dengan posisi lapangan tembak di dekat gedung DPR. Bagi Fahri, sebaiknya lapangan tembak segera dipindahkan.
Fahri membeberkan sejumlah solusi soal pemindahan lapangan tembak. Dia bahkan bicara soal penempatan lapangan tembak di area hutan.
"Lapangan tembak harusnya direnovasi, jangan di situ lagi. Kalau dia di dalam kota, underground harusnya, jangan di atas. Bahaya. Bisa banyak peluru nyasar. Namanya juga orang megang senjata, lagi diperbaiki, lagi ngelap, lagi ngokang. Sebaiknya itu di tempat di bawah kalo dalam kota," sebut Fahri.
"Kalau di luar kota, ya boleh di tempat terbuka, di tengah hutan, di kompleks militer," imbuh dia.










































