DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 17:39 WIB

Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, PKS Ungkit Maju-Mundur Harga BBM

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, PKS Ungkit Maju-Mundur Harga BBM Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin. (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto berbicara pengelolaan negara yang disebutnya ugal-ugalan sebagai penyebab lunturnya mimpi Indonesia jaya secara perlahan. PKS setuju dengan pemikiran Prabowo.

"Setuju. Tidak hanya mudah merevisi kebijakan tanpa mempertimbangkan dampak, kebijakan yang diambil juga berorientasi untuk pencitraan," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin, Selasa (16/10/2018).


Dalam pernyataan soal pengelolaan negara ugal-ugalan, Prabowo menyinggung gampangnya sebuah kebijakan direvisi tanpa mempertimbangkan dampak bagi masyarakat. Suhud lalu mencontohkan kebijakan yang dianggap ugal-ugalan.

"Salah satu contoh, belanja infrastruktur besar-besaran namun tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara signifikan," kata Suhud.

Suhud lalu bicara soal penyebab apa yang disebutnya kegaduhan, menurutnya. Dia memberi contoh konkret kegaduhan di pemerintah tersebut.

"Kegaduhan terjadi karena lemahnya kepemimpinan, terutama aspek manajerial. Sayangnya, hal itu terjadi tidak hanya sekali. Mulai dari kasus 'I dont read what I sign' hingga maju-mundur kenaikan BBM," sebut dia.


Prabowo Subianto menjelaskan mengenai latar belakangnya soal pernyataan 'Make Indonesia Great Again'. Menurut Prabowo, pernyataan itu salah satunya didasari riuhnya Kabinet Kerja karena di dalamnya ada aksi saling tuding.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sebuah tulisan di akun Facebook-nya, Prabowo Subianto. Prabowo menegaskan buah pemikirannya soal 'Make Indonesia Great Again' sudah tertuang di dua buah buku yang ditulisnya.

Dalam tulisan ini, Prabowo menyindir balik orang-orang yang memberikan pernyataan miring tentang 'Make Indonesia Great Again'. Ketum Gerindra ini curiga ada sesuatu di balik serangan terhadap pernyataannya itu.

"Empat tahun terakhir kita melihat bagaimana sebuah keputusan bisa dengan mudah direvisi atau dibatalkan tanpa memikirkan dampak hingga rakyat bawah. Hukum menjadi alat tawar-menawar politik tanpa pernah mempedulikan rasa keadilan. Dan kita terus menyaksikan bagaimana riuhnya Kabinet Kerja akibat saling tuding antar-kementerian dan lembaga negara. Perlahan-lahan mimpi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia luntur oleh cara ugal-ugalan dalam mengelola negara," ujar Prabowo.


Simak Juga 'Cerita Johan Budi Saat Jokowi Batalkan Naiknya Harga Premium':

[Gambas:Video 20detik]





(gbr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed