DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 16:39 WIB

Tim Kampanye Jokowi-Amin Bantah Kampanye Lewat Videotron

Eva Safitri - detikNews
Tim Kampanye Jokowi-Amin Bantah Kampanye Lewat Videotron Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu DKI karena iklan kampanye di videotron. (Foto: dok. Bawaslu DKI)
Jakarta - Seorang warga, Sahroni, melapor ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan pasangan Joko Widodo-ma'ruf Amin karena memasang tayangan kampanye di videotron. Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin membantah.

Koordinator Advokasi dan Data Pelanggaran TKD Jokowi-Amin DKI Jakarta, Gelora Tarigan yang mewakili Jokowi-Amin untuk memenuhi undangan sidang terkait dugaan pelanggaran pemilu 2019. Ia membantah dugaan tersebut.


"Tidak ada, kita juga nggak tahu (terkait kampanye di videotron)" ujar Gelora usai sidang di kantor Bawaslu DKI, Jl Danau Agung 3, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (16/10/2018).

Gelora mengatakan pihaknya baru mendapat pengaduan videotron yang melibatkan Jokowi-Amin dari laporan ini. Meski begitu, ia akan tetap mengkaji dugaan tersebut.

"Kita baru mendapatkan pengaduan mereka. Kita akan pelajari dulu karena kita dari kampanye tim kampanye provinsi DKI Jokowi-Ma'ruf ini adalah orang yang sadar hukum, mengikuti semua aturan KPU," ucapnya.


Dia mengatakan harus ada penyelidikan terkait pihak yang menayangkan kampanye di videotron itu. Menurutnya, bisa saja tayangan tersebut dipasang relawan atau masyarakat yang mendukung Jokowi-Amin.

"Sepengetahuan kita tidak ada (TKD yang memasang), makanya besok akan dilanjutkan sidang. Jadi kita nggak tahu siapa. Perlu ada suatu penyelidikan, kita nggak tahu apakah relawan atau bisa saja masyarakat umum karena rasa cintanya, bisa saja," tuturnya.

Sementara itu, pelapor, Sahroni, melapor ke Bawaslu karena menemukan tayangan Jokowi-Amin dalam videotron di titik yang dilarang KPU. Tayangan Jokowi-Ma'ruf muncul setelah iklan sukseskan Asian Para Games.


"Ternyata kemudian dalam iklan tersebut saya tersentak kaget kenapa ada namanya (Jokowi-Ma'ruf), pasangan 01 dengan gambar Jokowi-Ma'ruf selaku capres dan cawapres dan ada gambar slogan kampanyenya," ujar Sahroni.

Dia menemukan tayangan videotron tersebut di 15 titik sepanjang jalan protokol. Ia mangacu ke 15 titik itu merupakan videotron terlarang untuk dijadikan alat peraga kampanye.

"Dari 23 titik yang dilarang, saya menemukan 15 titik, tapi yang saya sampaikan ke Bawaslu 8 titik. Karena saya anggap sama," tutupnya.


Sidang lanjutan hari ini ditunda karena Sahroni keberatan Jokowi-Amin sebagai terlapor diwakili tim kampanye tingkat provinsi. Dia ingin Jokowi-Amin hadir langsung ke sidang Bawaslu DKI. Atau, kalaupun diwakilkan, maka haruslah pihak yang memegang surat sebagai kuasa hukum Jokowi-Amin. Sedangkan yang hadir sidang hari ini adalah tim Jokowi-Amin yang memegang SK tim kampanye.

Oleh karenanya sidang ditunda esok hari. Bawaslu juga akan kembali mengirim surat ke pihak Jokowi-Amin. Agenda sidang lanjutan hari ini sedianya ialah pemeriksaan penyampaian pelapor.


Simak Juga 'Jokowi Kampanye Pakai Videotron, Prabowo Juga Pengin':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed