DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 15:37 WIB

Buwas: Anak-anak di Video 'Ganti Presiden' Bukan Pramuka

Arief Ikhsanudin - detikNews
Buwas: Anak-anak di Video Ganti Presiden Bukan Pramuka Ketua Kwarnas Budi Waseso dalam jumpa pers. (Arief Ikhsanuddin/detikcom)
Jakarta - Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) memastikan anak sekolah yang berteriak '2019 ganti presiden' dan videonya jadi viral bukanlah anggota Pramuka. Baju cokelat yang digunakan oleh anak-anak pun dikatakan hanya mirip seragam Gerakan Pramuka.

"Hasil pendalaman dari saya, tim Kwarnas dan Kwarda, kita kesimpulan, ternyata mereka bukan Pramuka. Jangan sampai Pramuka diseret ke kepentingan bukan Pramuka. Saya tidak mau Pramuka dicederai oleh sekelompok orang yang seolah-olah itu Pramuka," ucap Buwas di kantor Kwarnas Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).



Buwas yakin seragam yang dikenakan bukanlah seragam Gerakan Pramuka. Ada beberapa tanda yang dilihat oleh Buwas.

"Tidak ada pembina Pramuka di sekelompok orang yang gunakan pakaian seragam mirip seragam Pramuka. Tidak ada tanda kemahiran khusus dan kemahiran umum sehingga itu bukti mereka bukan Pramuka," kata Buwas.

"Tidak ada badge Kwarda dan Kwarcab, itu yang harus kita pahami, nomor Gudep (Gugus Depan) juga tidak pakai, dan tidak pakai tutup kepala sebagaimana mestinya, dan tidak ada logo Boy Scout, itu juga tidak ada," sambungnya.

Setelah memastikan hal itu bukan Pramuka, Buwas merasa tidak perlu lagi mendalami masalah tersebut. Termasuk di mana lokasi kejadian viral itu.

"Saya kira saya tidak perlu soalkan itu, karena bukan Pramuka. Kenapa saya persoalkan? Karena itu bukan Pramuka, tapi mirip, biarkan itu yang dalami bukan Pramuka, karena saya tidak ada kewenangannya," kata Buwas.



Buwas pun tidak akan menuntut ke jalur hukum karena hal itu bukan Pramuka. Dia menyerahkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

"Yang paling penting bagi saya adalah menjelaskan bahwa itu bukan Pramuka. Jangan sampai Pramuka dicederai. Soal kelanjutan apakah ada pelanggaran hukum, saya serahkan kepada kepolisian," ucap Buwas.

Sebelumnya, sebuah video beredar di Instagram soal sekumpulan anak sekolah yang mengenakan seragam pramuka berteriak-teriak 'ganti presiden'. Mereka berada di sebuah pelataran gedung, yang belum diketahui lokasinya.

Dalam video itu terlihat beberapa orang dewasa. Salah satunya memimpin untuk memberikan aba-aba. Awalnya ia meminta anak-anak ini meneriakkan takbir ke hadapan kamera. Kemudian pria tersebut mulai meneriakkan soal '2019 ganti presiden'.

"2019...," teriak pria itu memberi aba-aba.

"Ganti presiden," balas anak-anak yang memakai baju pramuka dengan semangat.
(aik/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed