PKS: Negative Campaign Bukan Menjatuhkan, tapi Perlihatkan Fakta

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 16 Okt 2018 12:50 WIB
Sekjen PKS Mustafa Kamal (Foto: dok. DPP PKS)
Jakarta - Pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman soal kampanye negatif atau negative campaign ramai ditanggapi elite politik. Sekjen PKS Mustafa Kamal menegaskan kampanye negatif tak akan dipakai untuk menjatuhkan lawan.

"Nggak. Negative campaign itu bukan menjatuhkan. Memperlihatkan fakta dan data yang kemudian membuat adanya koreksi bersama," ujar Mustafa di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Mustafa meminta semua pihak memahami utuh maksud kampanye negatif, bukan hanya melihat kata-katanya. Negative campaign disebut bisa memberi kritik yang konstruktif.



"Sebenarnya ini positif. Jadi meskipun kata-katanya disebut negatif, tapi dalam konteks perpolitikan, negative campaign itu positif. Konstruktif. Apalagi kalau dikemas dalam budaya ketimuran kita, dengan sopan santun, ya, dengan adab yang baik. Semua diutarakan dengan tenang, dengan prosedur demokrasi yang pada tempatnya pada ruangnya," tutur Mustafa.

Mustafa meminta semua pihak mencerna pernyataan Sohibul dengan baik. Dia menegaskan kampanye negatif jauh berbeda dengan black campaign.



"Ini makanya hati-hati ya untuk mencerna. Yang disebut negative campaign itu bukan berarti black campaign, itu sama sekali berbeda. Black campaign itu tanpa fakta, dia fitnah, kalau negative campaign itu dia menyajikan fakta dan data tentang kekurangan kekurangan yang ada dan itu dalam perdebatan politik," kata Mustafa.

"Dalam polemik politik, dalam nantinya juga kampanye, itu satu yang lumrah. Bagi oposisi, wajar tentu saja dia menyajikan fakta dan data yang merupakan kekurangan-kekurangan. Kalau ternyata incumbent tidak punya kekurangan tentu tidak bisa dibuat-buat kan," imbuhnya. (gbr/rvk)