DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 08:05 WIB

Bupati Bekasi hingga Pejabat Pemkab Ikut 'Main' Kasus Suap Meikarta

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Bupati Bekasi hingga Pejabat Pemkab Ikut Main Kasus Suap Meikarta Foto: Ari Saputra
FOKUS BERITA: Skandal Suap Meikarta
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terkait proyek Meikarta. Buntutnya, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi digelandang ke Gedung KPK.

Deretan pejabat itu, diduga menerima suap sebagai commitment fee dari izin Megaproyek Meikarta. Satu persatu pejabat Pemkab Bekasi itu ditangkap di Bekasi, usai KPK mengamankan Konsultan Lippo Group Taryadi.

"Ada kepala dinas atau kepala bidang dan swasta yang diamankan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (15/10/2018).


Pejabat pertama yang diamankan adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin di sebuah gedung pertemuan di Bekasi pada pukul 13.00 WIB. Berturut-turut kemudian, empat pejabat lainnya juga ikut diamankan.

Empat pejabat yang kemudian ikut diamankan yakni, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Asep Buchori, dan Kepala Bidang Penertiban dan Bangunan Dinas DPMPTSP Sukmawatty. Kemudian, juga diamankan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi yang sebelumnya bertransaksi dengan Taryadi.


Usai mengamankan lima pejabat Pemkab Bekasi itu, KPK turut pula mengamankan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin. Neneng lalu digelandang ke KPK malam itu juga.

Padahal, Neneng sebelumnya mengaku tak tahu menahu terkait OTT tersebut. Dia menyatakan kaget mendengar kabar OTT tersebut.

"Saya demi Allah nggak tahu," ujar Neneng kepada wartawan di Pemkab Bekasi, Cikarang, Senin (15/10/2018).


Kendati demikian, tak semua dari enam pejabat itu yang ditetapkan sebagai tersangka. Hanya lima--tanpa Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Asep Buchori--dari pejabat yang sebelumnya diamankan yang sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK.

Pejabat-pejabat tersebut diketahui menggunakan kode untuk menyamarkan identitas dalam berkomunikasi. Kode tersebut antara lain 'melvin', 'tina toon', 'penyanyi', dan 'windu'.

"Sampai saat ini setidaknya lebih dari Rp 1 miliar dalam dolar Singapura (SGD) dan rupiah yang diamankan sebagai barang bukti," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.


Saksikan juga video 'Bupati Bekasi dan Direktur Lippo Jadi Tersangka Suap Meikarta':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/nkn)
FOKUS BERITA: Skandal Suap Meikarta
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed