DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 23:23 WIB

Bawaslu Periksa 5 Siswa SMA 87 Terkait Kasus Guru Nelty Besok

Eva Safitri - detikNews
Bawaslu Periksa 5 Siswa SMA 87 Terkait Kasus Guru Nelty Besok Foto: Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI, Puadi. (Arief-detikcom)
Jakarta - Badan pengawas pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan memeriksa 5 siswa SMA Negeri 87 terkait guru Nelty Khairiyah yang dituduh melakukan doktrin anti-Jokowi. Pemeriksaan akan dilakukan di sekolah besok.

"Besok, Selasa (16/10) pukul 14.00 WIB kita jemput bola, datang ke SMA 87 untuk minta keterangan ada beberapa siswa, rencananya lima orang," ujar Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, di kantor Bawaslu, Jalan Danau Agung 3, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (15/10/2018).


Pemeriksaan itu untuk melengkapi keterangan yang belum menemukan titik terang hari ini. Sebelumnya, Bawaslu sudah memanggil Kepala SMA 87 Patra Patriah, Guru Nelty, dan orang yang melaporkan kasus doktrinisasi.

"Tiga orang ini kooperatif semua, kita apresiasi karena mereka turut hadir dari pemanggilan ini," ucapnya.

Namun, Bawaslu belum dapat hasil yang kuat meskipun pihak pelapor datang. Pelapor, jelas Puadi, malah memberikan nomor telepon lain yang harus ditelusuri.

"Terakhir kita mintai keterangan kepada si pelapor ini. Nah hanya saja memang ada yang perlu kita telusuri lagi atas keterangan pelapor yang melaporkan ke kepala SMA 87," tuturnya.

"Ada satu nomer yang memang kita harus telusuri lagi, kalau memang setelah hasilnya sudah clear. Mendapatkan atas nama siapa kita nanti memanggil, mengundang orang tersebut," lanjutnya.


Puadi tidak memberikan menjelaskan detail terkait nomor yang diberikan oleh pelapor. Namun, menurutnya, nomor itu dapat menguatkan keterangan di balik kasus ini.

"Satu nomor itu untuk menguatkan keterangan, karena memang ada kaitannya dengan informasi yang si pelapor tersebut dapatkan," katanya.

Sebelumnya, Nelty dituduh melakukan doktrin anti-Jokowi saat pelajaran agama Islam dan memutar video korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini, Nelty dinonaktifkan di sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun sedang menyelidiki kasus itu.

Nelty membantah pernah mendoktrin dengan materi anti-Jokowi kepada siswa. "Jadi dari saya pribadi ini, Pak, insyaallah, sama sekali tidak terjadi suatu apapun, dan tidak ada niat apapun sama sekali. Saya termasuk guru yang insyaallah netral, saya netral sekali," ujar Nelty ketika dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/10).
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed