DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 21:50 WIB

BNPB Gunakan Rekening Khusus untuk Salurkan Bantuan Bencana Sulteng

Ray Jordan - detikNews
BNPB Gunakan Rekening Khusus untuk Salurkan Bantuan Bencana Sulteng Foto: Kepala BNPB Willem Rampangilei (Noval Dhwinuary Anthony/detikcom)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan rekening khusus untuk saluran bantuan bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng). Nantinya, penggunaan dana yang ada di rekening itu juga akan diatur oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kepala BNPB Willem Rampangiley mengatakan, bantuan yang diperuntukkan untuk bencana Sulteng ada yang berbentuk dalam dana dengan mata uang dollar Amerika Serikat (USD). Untuk itu, perlu ada rekening yang dibuka untuk menampung dana dalam bentuk USD.



Namun, begitu disalurkan, maka anggaran itu bentuknya dalam mata uang rupiah (Rp).

"Nah, kalau dalam bentuk dolar, sesuai peraturan perundangan, masuk ke dalam rekening yang memang diperuntukkan itu di BNPB. Begitu mau disalurkan, maka kita ada rekening rupiah. Jadi ada rekening dolar, ada rekening rupiah," kata Willem di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/10/2018).

Nantinya, kata Willem, untuk penyaluran dana itu juga harus atas persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani. "Nah penggunaannya diatur Menkeu, dibicarakan dengan Pemda dan lain-lain. Ada mekanisme untuk mengatur itu sehingga tidak ada penyalahgunaan," katanya.

Willem menambahkan, untuk bantuan lain berupa barang, seperti genset dan lainnya, kata Willem, nantinya setelah penanggulangan bencana akan diserahkan ke Pemda untuk dipergunakan dengan baik.

"Diserahkan ke daerah. Dikelola oleh pemerintah daerah. Atau misalnya ada yang diserahkan ke masyarakat desa tertentu. Ya selesai dipakai, dikelola aparat desalah," katanya.

Sementara itu, terkait dengan banyaknya bantuan yang sempat dikabarkan menumpuk di kawasan bandara, Willem menegaskan seharusnya memang segera disalurkan ke masyarakat. Atau, kata Willem, bisa disimpang di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).



"Tapi yang jelas, mulai hari ini, di gudang-gudang posko kabupaten, sudah kosong. Jadi itu salah satu indikator barang bantuan langsung disalurkan ke masyarakat. Memang hari-hari sebelumnya kesulitan dari transportasi. Dari pendistribusian memang agak sulit. Tapi mulai hari ini saya cek sudah kosong," katanya.

Dia juga menambahkan, penuhnya gudang penyimpana bantuan juga karena arus datangnya bantuan memang banyak. Meski demikian, Willem menegaskan bantuan itu segera disalurkan ke masyarakat.

"Sekarang ini kan ada bantuan juga dari Balikpapan. Kalau dari Balikpapan datang, kalau dari sana datang terus kelihatan di gudang, lalu dibilang penuh. Kan susah juga. Tapi enggak apa-apalah. Ini masukan juga. Harus saya akui bahwa dalam 10 hari pertama, distribusi logistik masih belum lancar," katanya.
(jor/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed