Presiden SBY Tinjau Korban Kebakaran di Penjaringan

Presiden SBY Tinjau Korban Kebakaran di Penjaringan

- detikNews
Sabtu, 20 Agu 2005 15:14 WIB
Jakarta - Setelah membuka pusat rehabilitasi narkoba di Sentul, Presiden SBY menjenguk ribuan korban kebakaran di RW 8 Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/8/2005). SBY menyerahkan bantuan 5.000 buku tulis dan uang Rp 500 juta."Bantuan itu harap digunakan untuk tanggap darurat dan biaya-biaya yang lain," begitu sambutan SBY di depan ribuan warga. Selain Ibu Negara, acara itu juga dihadiri Mensos Bachtiar Chamsyah, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Walikota Jakarta Utara.Dalam pidatonya, SBY menyatakan dukacitanya atas musibah yang menimpa 6.000 warga Penjaringan tersebut. Dia mengungkapkan, yang penting saat ini adalah perlunya pencegahan jatuhnya korban jiwa. Kedua, selamatkan yang bisa diselamatkan. Ketiga, bantuan kepada mereka yang membutuhkan perawatan kesehatan. Keempat, bantuan kebutuhan makanan. "Jangan sampai ada yang lapar," pesan SBY.Setelah keempat hal itu dilakukan, baru bisa dilakukan iventarisasi apa saja yang bisa direhabilitasi dan baru proses rehabilitasi tersebut. "Jaga keamanan, jangan sampai ada gangguan keamanan," katanya.Kedua, jaga kesehatan. Ketiga, tingkatkan kebersamaan dan saling membantu. "Saya imbau kepada mereka yang mampu, utamanya perusahaan yang berada di dekat sini, untuk memberi bantuan kemanusiaan," harap SBY.Setelah berpidato, SBY mempersilakan 2-3 warga setempat untuk menyampaikan uneg-unegnya. Salah satu yang berbicara adalah Haji Sambas yang juga ketua RW 8 Penjaringan, yang sebagian warganya menjadi korban kebakaran. "Saya minta kami jangan ditinggalkan," katanya dengan nada sedih. Hingga pukul 15.00 WIB, SBY masih berada di lokasi.Kebakaran di Penjaringan terjadi pada Senin (15/8/2005) pukul 18.00 WIB yang baru dapat dipadamkan pada pukul 02.00 WIB. Musibah itu membuat 6.000 warga dari 15 RT yang terbakar mengungsi ke empat lokasi, antara lain di Kantor Kecamatan Penjaringan dan rumah susun Pluit. Sebanyak 23 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang diduga berasal dari salah satu rumah warga tersebut. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini