Guru Nelty Diperiksa Bawaslu 6 Jam, Ditanya 30 Pertanyaan

Eva Safitri - detikNews
Senin, 15 Okt 2018 20:00 WIB
Pengacara Nelty dari lembaga bantuan hukum, Hoirullah (Foto: Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Guru Nelty diklarifikasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI terkait kasus tuduhan doktrin murid untuk anti-Jokowi. Nelty diajukan 30 pernyataan.

Nelty meninggalkan kantor Bawaslu DKI di Jalan Danau Agung 3, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pukul 19.00 WIB. Nelty tidak banyak bicara terkait kasus ini. Dia mengaku hanya mengklarifikasi fakta yang tidak sesuai menurutnya.

"Saya hanya mengklarifikasi pernyataan yang memang nggak pas dan nggak cocok dengan saya. Panjang, Mbak, urusannya. Makasih banyak," ujarnya Nelty kepada wartawan di lokasi, Senin (15/10/2018).


Sementara itu, tim pengacara Nelty dari lembaga bantuan hukum, Hoirullah, mengatakan Nelty diajukan 30 pertanyaan oleh Bawaslu. Nelty ditanya soal jenjang karir hingga kronologis kejadian.

"30 pertanyaan. Mencakup tentang pekerjaan dia, kapan dia mulai jadi ASN, pengangkatan, mengajar bagian apa, sekolah jenjang karir dan banyak tentang kronologis," ujarnya.

Hoirullah menganggap tuduhan terhadap kliennya punya kepentingan politik suatu kelompok. Dia mengatakan Nelty tidak pernah mengikuti organisasi politik apapun.


"Kami menyatakan bahwa itu tidak benar. Klien kami tidak ikut dalam kegiatan politik apapun. Tidak ikut dalam organisasi massa apapun. Klien kami, kami nyatakan dia netral," ucapnya.

Sampai sekarang pihaknya tidak mengetahui siapa yang menyebarkan tuduhan itu. Menurutnya tuduhan itu merupakan pesan kaleng karena tidak jelas sumbernya.

"Sekarang identitas pelapor sampai sekarang kita nggak tahu. Masih belum tahu. Sangat samar, jadi bagaimana kita ingin menurunkan semua masalah. Sedangkan pelapor saja nggak jelas dari mana buktinya, rekam. Dari viral surat-surat kaleng yang tidak jelas," tuturnya.


Hoirullah mengatakan belum berencana melacak orang yang melapor ke Kepala SMAN 87 dengan mengirim pesan singkat. Pihaknya tengah mengkaji unsur pidana di pelaporan tersebut.

"Kan masih ngambang belum jelas ini. Ini kan kita masih awal, lihat nanti kita kaji sesuai tim hukum kita," katanya.

Sebelumnya Nelty dituduh melakukan doktrin anti-Jokowi saat pelajaran agama Islam dan memutar video korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini Nelty dinonaktifkan di sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun sedang menyelidiki kasus tersebut.


Nelty membantah dirinya pernah mendoktrin dengan materi anti-Jokowi kepada anak. Nelty mengatakan dirinya netral sebagai seorang ASN.

"Jadi dari saya pribadi ini, Pak, insyaallah, sama sekali tidak terjadi suatu apapun, dan tidak ada niat apapun sama sekali. Saya termasuk guru yang insyaallah netral, saya netral sekali," ujar Nelty ketika dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/10). (jbr/jbr)