Black Out Mengancam Hingga Akhir Tahun
Sabtu, 20 Agu 2005 12:40 WIB
Jakarta - Insiden mati listrik Jawa-Bali pada 18 Agustus lalu terancam terulang lagi. PLN memprediksi mati listrik itu mengancam hingga akhir tahun.Hal ini dipicu oleh datangnya musim kemarau yang membuat pasokan listrik dari PLTA merosot. Kondisi terburuknya, PLN hanya mengantongi cadangan daya sekitar 120 MW saja. Padahal untuk Jawa-Bali, PLN butuh cadangan sedikitnya 600 MW."Pada musim kemarau, kalau ada pembangkit yang rusak, (listrik) langsung padam," kata General Manager P3B PT PLN (Persero) Muljo Adji seusai diskusi di Mario's Place, Jl HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (20/8/2005).Untuk mengantisipasi hal itu, PLN mengharapkan kesiapan Pertamian menyuplai BBM untuk pembangkit yang menggunakan BBM. Sekadar diketahui, untuk bulan Agustus-Desember 2005, PLN membutuhkan 2,5 juta kiloliter solar.Dan untuk mengantisipasi pemadaman ini, PLN memeriksa peralatan di Cibinong dan menunggu hasil rekomendasi tim penyelidikan black out 18/8/2005. "Kami juga secepatnya akan menyelesaikan pembangunan SUTET jalur selatan," tegasnya.SUTET jalur selatan saat ini masih terganjal pembebasan tanah di tiga lokasi. "Saya minta masyarakat di situ mau melakukan musyawarah untuk membahasnya. Kalau SUTET itu tidak segera selesai, maka listrik akan terus krisis," kata Muljo.
(nrl/)











































