10 Ton Minyak Mentah Ilegal dari Sumur Tua Diamankan di Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 15 Okt 2018 17:58 WIB
Truk pengangkut BBM ilegal ditangkap polisi. (Raja/detikcom)
Palembang - Jajaran Polresta Palembang menangkap sebuah truk yang membawa BBM olahan. Dari penangkapan tersebut, 10 ton BBM hasil olahan ilegal disita.

"Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman minyak ilegal. Setelah diselidiki, ternyata benar ada pengiriman," ujar Kanit Pidsus Polresta Palembang Iptu Hary Dinar di Mapolresta, Senin (15/10/2018).

Tidak mau buang waktu, Hary bersama tim Pidsus langsung menangkap truk dan membawa BBM ilegal itu pada Minggu (14/10) malam. Ada 10 ton minyak asal Musi Banyuasin dengan tujuan Kota Prabumulih.



Minyak itu diketahui merupakan hasil pengolahan atau penyulingan di Musi Banyuasin. Bahkan kegiatan penyulingan itu diketahui telah lama beroperasi di daerah tersebut.

"Total 10 ton minyak jenis Premium dan minyak tanah kami amankan. Semua itu hasil pengolahan sumur tua yang ada di Musi Banyuasin. Dua orang diamankan," kata Hary.

Adapun kedua orang tersebut adalah RD (36) dan MH (38), warga Ogan Komering Ilir (Oki). Keduanya diketahui sopir dan kernet truk pembawa BBM ilegal yang sudah dua kali mengantar BBM ilegal asal Bumi Serasan Sekate.



"Sekarang kedua orang ini sedang kami periksa. Belum tahu siapa pemilik serta penerima BBM ini di Prabumulih. Tetapi biasanya ini dijual eceran di Prabumulih," kata Hary.

Atas kasus BBM ilegal itu, keduanya kini harus mendekam di sel tahanan. Mereka diduga melanggar Pasal 53 huruf (b) UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. (rvk/asp)