"Kita berharap bisa berkenan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mau datang tanggal 17 Oktober 2018 mengecek data dirinya ke kantor desa/kelurahan masing-masing," ujar komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018).
Viryan berharap pasangan capres menjadi contoh agar pemilih mau mengecek data dirinya dalam DPT. "Kami berharap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden berkenan hadir karena menjadi contoh yang baik," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintahan, maupun peserta pemilu dan tim kampanye datang ke desa atau kelurahan mengecek data dirinya sudah terdaftar atau belum," sambung Viryan.
Hal ini dilakukan sebagai puncak dari kegiatan gerakan melindungi hak pilih yang dilaksanakan KPU mulai 5 Oktober. Viryan berharap, dengan gerakan ini, masyarakat dapat aktif melapor bila belum terdaftar dalam DPT.
"17 Oktober adalah puncak dari kegiatan tersebut (gerakan melindungi hak pilih). Nah, harapannya adalah, kalau belum terdaftar, bisa segera menghubungi petugas kami yang ada di desa/kelurahan," kata Viryan.
Selain itu, KPU mendirikan 70 ribu posko di masing-masing desa dan kelurahan. Posko ini didirikan untuk mempermudah masyarakat melakukan pelaporan.
"Sudah ada 70.855 posko layanan pemilih yang siap melayani, masyarakat, tim kampanye, kemudian parpol, organisasi pemerintahan daerah, datang ke desa/kelurahan mengecek data dirinya," tuturnya. (dwia/fdn)











































