DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 17:48 WIB

MPR Minta Masyarakat Rileks Hadapi Pemilu 2019

Rizki Ati Hulwa - detikNews
MPR Minta Masyarakat Rileks Hadapi Pemilu 2019 Foto: MPR
Jakarta - Ketua Fraksi Golkar MPR Agun Gunanjar Sudarsa mengajak agar masyarakat tetap rileks dalam menghadapi pemilu 2019. Saat menghadiri Seminar bertema Kebangsaan dengan tema 'Membangun Pemilu 2019 yang Damai, Bersih dan Bermartabat' DPR, dia mengatakan itu penting dilakukan karena dikhawatirkan beberapa masalah tersebut akan semakin meruncing dan berpotensi mengganggu integrasi serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Antisipasi ini bukannya tanpa alasan, pasalnya nanti Indonesia akan melakukan Pemilihan Umum (Pemilu) Pilpres dan Pileg secara serentak.

"Karena baru pertama kali, tentu saja diharapkan partisipasi aktif bukan hanya dari para calon tapi juga seluruh rakyat Indonesia. Tentu saja partisipasi yang baik yang menjadikan pemilu serentak berjalan lancar dan sukses. Nuansanya memang harus diakui berbeda dari sebelumnya, sebab memang ini baru yang pertama kali. Walaupun begitu, anggap saja pemilu itu biasa-biasa saja, rileks saja seperti mengadakan hajatan saja dari kita dan untuk kita," ujar Agun, Senin (15/10/2018).



Diungkapkan Agun, proses antisipasi menjelang pemilu tersebut melalui beberapa tahapan yang sudah dimulai sejak Agustus 2017 lalu. Ini merupakan momen besar dalam sejarah perjalanan ketatanegaraan bangsa Indonesia sebab baru pertama kali diselenggarakan pemilu serentak.

Agun mengatakan semua pihak harus menciptakan suasana damai dan nyaman, menjaga agar tidak muncul hal-hal yang tidak baik seperti kecurangan-kecurangan, politik uang, fitnah dan kabar hoax. Pemilu 2019 nanti membutuhkan kedewasaan seluruh calon, pendukung dan juga rakyat.

"Inilah pentingnya sebuah kedewasaan bersama dan komunikasi politik yang baik agar bisa dimengerti semua orang," ungkap dia.



Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pesta demokrasi 2019 pasti akan terlaksana sesuai jadwal.

"Ini harus dipahami benar, sebab makin mendekati hari-H Pileg dan Pilpres, suasana pasti akan semakin panas. Sebab, semua calon pasti berlomba-lomba untuk menaikkan elektabilitasnya melalui kampanye langsung atau melalui media sosial dan media lainnya," kata Airlangga.

Menurut dia, fenomena kampanye di media sosial juga sangat berpotensi besar berada di titik rawan konflik antarmasyarakat pendukung karena pasti semua caleg juga capres dan cawapres memiliki banyak pendukung yang fanatik. Di sinilah peran para caleg dan capres menjaga agar proses kampanye berjalan damai.

"Seluruh strategi kampanye harusnya dititikberatkan pada persiapan adu gagasan, visi misi dan program-program lainnya yang tentunya untuk kesejahteraan rakyat. Semuanya harus objektif sehingga rakyat melihat bahwa semua calon memang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat," tandasnya.

Seminar tersebut menampilkan Andini Effendi sebagai moderator dan para narasumber yakni Kabagintelkam Polri Komjen Pol. Lutfi Lubihanto, Ketua Bawaslu Abhan, Guru Besar Ilmu Politik Fisip UI Valina Singka Subekti dan pakar Komunikasi Politik Fisip UI Eriyanto.

Seminar yang berlangsung selama satu hari itu dihadiri Wakil Ketua MPR Mahyudin, Sekjen DPP Partai Golkar Letjen (Purn) Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Partai Golkar MPR Idris Laena, para anggota MPR Fraksi Golkar Deding Ishak, Mujib Rohmat, Hardi Soesilo, Syamsul Bachri, Agati Sulie Mahyudin, Azis Syamsuddin, politisi Golkar Rully Chairul Azwar dan ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat dan ormas.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed