Viral Anak Sekolah Teriak Ganti Presiden, Tim Prabowo Tak Setuju

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 15 Okt 2018 11:55 WIB
Ilustrasi #2019 Ganti Presiden. (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Beredar video dan gambar anak kecil serta anak-anak sekolah yang ikut mengampanyekan gerakan '2019ganti presiden'. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap turun untuk menyosialisasi larangan kampanye di sekolah dan melibatkan anak-anak.

Sebuah video beredar di Instagram soal sekumpulan anak sekolah yang mengenakan seragam pramuka berteriak-teriak 'ganti presiden'. Mereka berada di sebuah pelataran gedung, yang belum diketahui lokasinya.

Dalam video itu terlihat beberapa orang dewasa. Salah satunya memimpin untuk memberikan aba-aba. Awalnya ia meminta anak-anak ini meneriakkan takbir ke hadapan kamera. Kemudian pria tersebut mulai meneriakkan soal '2019 ganti presiden'.


"2019...," teriak pria itu memberi aba-aba.

"Ganti presiden," balas anak-anak yang memakai baju pramuka dengan semangat.

Yel-yel dilakukan beberapa kali. Mereka cukup lantang meneriakkan '2019 ganti presiden'. Anak-anak tersebut diperkirakan sebagai siswa SD dan SMP.

Viral Anak Sekolah Teriak Ganti Presiden, Tim Prabowo Tak SetujuAndre Rosiade (Indra Komara/detikcom)

"Pertanyaannya apakah itu acaranya di sekolah atau tidak. Tentu saya sepakat sekolah maupun universitas adalah tempat yang dilarang untuk berkampanye dan itu diatur oleh UU No 7 Tahun 2017 maupun PKPU. Termasuk larangan anak-anak berkampanye di UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, lewat pesan singkat, Senin (15/10/2018).

Andre menyebut pihaknya tetap berkomitmen menjunjung tinggi aturan pada Pilpres 2019, termasuk soal larangan berkampanye. BPN Prabowo-Sandiaga akan melakukan sosialisasi kepada para pendukungnya agar hal seperti dalam video itu tidak terulang.

"Seandainya masih ada pendukung kami yang melakukan hal tersebut, kami akan terus menginformasikan larangan ini ke teman-teman pendukung," kata Andre.



Saksikan juga video 'Relawan Jokowi: Gerakan Ganti Presiden Membodohi dan Provokatif':

[Gambas:Video 20detik]



"Kami akan terus menyosialisasikan ke para pendukung soal aturan maupun larangan. Agar jangan ada lagi pelanggaran yang terjadi," imbuh politikus Gerindra itu.

Dalam sebuah posting-an di Instagram, tampak pula gambar dua anak kecil mengenakan baju 'tagar 2019 ganti presiden'. Gambar dilengkapi keterangan 'Tangkap!!! Gerakan Makar! Eksploitasi Anak-anak'.

"Judulnya tangkap gerakan makar sangat berlebihan, karena gerakan tagar 2019 ganti presiden bukanlah gerakan makar," sebut Andre.

Seperti diketahui, KPU telah melarang kampanye di tempat pendidikan dan keagamaan. Ada ancaman pidana bila aturan tersebut dilanggar.

View this post on Instagram

@Regran_ed from @sewordofficial_ - ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Entah di sekolah mana, entah di daerah mana, entah SD atau sudah SMP, tidak jelas juntrungnya. Tetapi yang jelas mereka masih anak-anak berseragam pramuka. Jumlahnya mungkin ratusan. Di antara mereka ada beberapa orang dewasa, yang bertindak juga sebagai konduktor. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Serentak dan lantang mereka berteriak 2019 ganti presiden dan kemudian takbir Allahuakbar. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Tidak pelan, tetapi teriak sekuat-kuatnya. Tidak serampangan atau tak beraturan, melainkan terorganisir berbaris dengan baik, mungkin agar tercakup oleh tangkapan kamera. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Entah siapalah guru mereka ini. Kenapa sampai bisa anak-anak itu sampai dimanfaatkan gerakan politik praktis? Sudah jelas-jelas dilarang berpolitik praktis di sekolah apalagi mengajak peserta didik untuk berpolitik praktis. Mereka harus bersih dari politik. Jangankan di SD atau SMP, di lingkungan kampus pun dilarang berpolitik praktis. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Apalagi ketika itu dibagikan ke media sosial seperti ini: ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Mari kita lihat UU No. 7 Tahun 2017 Pasal 280 ayat 1 huruf h yang menyatakan larangan tentang kampanye "menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan;" ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Dalam penjelasan atas UU RI No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum juga dijelaskan bahwa tempat Pendidikan dilarang digunakan untuk kampanye jika yang hadir menggunakan atribut. Yang dimaksud tempat Pendidikan adalah lingkungan sekolah apalagi adanya atribut. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Penjelasan "Huruf h: Fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan dapat digunakan jika Peserta Pemilu hadir tanpa atribut. Kampanye Pemilu atas undangan dari pihak penanggung jawab fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ "Yang dimaksud dengan "tempat pendidikan" adalah gedung dan/atau halaman sekolah dan/atau perguruan tinggi." ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Dalam kasus anak-anak yang teriak 2019 ganti presiden, anak-anak itu masih mengenakan seragam pramuka. Tempatnya memang belum jelas, tetapi atributnya sudah jelas. Maka teriakan makar 2019 ganti presiden jelas salah. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Lanjut ⬇️ - #regrann

A post shared by max turangan (@turanganmax) on Oct 13, 2018 at 7:20pm PDT

(elz/tor)