detikNews
Sabtu 13 Oktober 2018, 18:26 WIB

Prabowo Dituding Desperate, Gerindra: Beliau Motivator Ulung

Elza Astari Retaduari - detikNews
Prabowo Dituding Desperate, Gerindra: Beliau Motivator Ulung Ketua DPP Gerindra Habiburokhman (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Hanura menuding Prabowo Subianto jarang turun berkampanye karena tengah putus asa (desperate). Partai Gerindra membela sang ketum.

"Pak Prabowo justru motivator ulung. Sejak di Kopassus beliau paling paham bagaimana memotivasi anak buah untuk berjuang demi bangsa dan negara," ujar Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman lewat pesan singkat, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya, Prabowo antitesa dari tokoh yang putus asa. Habiburokhman menyamakan capres yang kini berpasangan dengan Sandiaga Uno itu seperti proklamator sekaligus Presiden RI pertama, Soekarno.


"Kalau lihat beliau pidato, mengingatkan pada Bung Karno dan Bung Tomo. Mampu membangkitkan nasionalisme, rasa cinta tanah air," sebutnya.

"Kekurangan Pak Prabowo adalah terlalu low profile dan nggak terlalu suka publikasi, banyak agenda beliau keliling Indonesia tidak tercover media dengan maksimal," imbuh Habiburokhman.

Pernyataan soal putus asa ini disampaikan oleh Ketua DPP Hanura yang juga timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir. Habiburokhman pun mengaku segan terlalu banyak mengomentari pernyataan Inas.

"Kalau Inas ngomong sih nggak kita dengar," tutur bagian advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.


Sebelumnya diberitakan, Inas menduga ada 3 faktor yang membuat Prabowo mager (malas gerak) untuk kampanye. Pertama adalah soal faktor logistik, soliditas koalisi, dan terakhir adalah karena putus asa.

"Putus asa/desperate. Putus asanya para kader Gerindra, terungkap dari pernyataan Muzani/Sekjen Gerindra yang merasa terkepung, karena partai-partai yang dulu mendukung Prabowo di 2014 sekarang beralih ke Jokowi, juga kepala daerah yang dulu di 2014 banyak yang mendukung Prabowo, tapi sekarang mendukung Jokowi, bahkan kepala daerah yang berasal dari PKS/PAN dan Demokrat ada juga yang beralih mendukung Jokowi," ungkap Inas.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed