Investor Kecewa Teknologi Monorel
Jumat, 19 Agu 2005 23:10 WIB
Jakarta - Salah satu investor monorel, Omnico Singapore Pts Ltd. menyatakan kecewa atas teknologi yang akan digunakan Pemda DKI Jakarta untuk angkutan massal tersebut. Konsorsium Omnico kaget atas keputusan Pemda DKI Jakarta yang memilih teknologi Siemens untuk proyek monorel di Jakarta. Sepengetahuan mereka Siemens tidak memiliki teknologi monorel."Kami terkejut atas keputusan ini," ujar Direktur Eksekutif Omnico sekaligus Direktur PT Jakarta Monorail Leon K. L. Ng kepada detikcom usai jumpa pers di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta (19/8/2005) .Seperti dilansir sejumlah media, biaya teknologi ROTEM dari Korsel yang ditawarkan oleh Omnico adalah US$ 800 juta, dan dianggap terlalu mahal. Pemda DKI akhirnya memilih konsorsium Indonesia yang terdiri dari PT Bukaka, PT INKA, dan PT LEN. Konsorsium ini menggandeng Siemens sebagai penyedia teknologi.Padahal menurut Leon, biaya teknologi ROTEM hanya US$ 540 juta, lebih murah US$ 60 juta dari standar harga internasional. Sistem magnet ROTEM yang disebut Maglev (magnet levitation) tidak menimbulkan gesekan pada rel sehingga biaya perawatannya pun murah.Walupun demikian, keputusan Pemda DKI tidak akan mempengaruhi hubungan Omnico dengan PT ITC. "Tidak ada masalah antara Omnico dan ITC. Kami sudah memberikan yang terbaik, tapi kita tidak bisa memaksa Pemda DKI Jakarta untuk memilih," ujar Abdul Rahman, Pimpinan Omnico.
(ddn/)











































