DetikNews
Sabtu 13 Oktober 2018, 13:28 WIB

Panggung Bambu yang Tak Pernah Sepi di Indonesia Pavilion

Muhammad Idris - detikNews
Panggung Bambu yang Tak Pernah Sepi di Indonesia Pavilion Foto: Muhammad Idris/Detikcom
Nusa Dua - Letaknya boleh dibilang cukup tersembunyi, namun sebuah panggung dari bambu di belakang tenda Indonesia Paviliun ini hampir tak pernah sepi dari pengunjung. Untuk menuju panggung berkonstruksi bambu itu, dari tenda utama harus melewati pintu samping, sehingga relatif sulit terlihat jika keluar masuk dari dua pintu utama.

Panggung tersebut bisa dibilang cukup sederhana. Lantainya hanya ditopang alas bilah-bilah bambu. Pun demikian juga dengan sekat di belakang panggung yang hanya menggunakan material yang sama, dimana batang bambu yang memanjang disusun saling melilit membentuk kanopi yang jadi peneduh panas.

Kesan tradisional dan khas Indonesia, tampaknya memang sengaja dilekatkan pada instalasi panggung seni tersebut. Bagi peserta Pertemuan IMF-Bank Dunia yang diselenggarakan secara maraton selama sepekan penuh, panggung hiburan dengan nama 'Discovering Panji' ini bisa jadi oase di tengah letih dan penatnya kegiatan di Nusa Dua, Bali. Apalagi bagi mereka penikmat kesenian lokal.

Panggung Bambu yang Tak Pernah Sepi di Paviliun IndonesiaFoto: Muhammad Idris/Detikcom

Panggung bambu tersebut digunakan sebagai pentas yang diisi oleh beragam kesenian daerah di Indonesia. Selama seminggu penuh 8-14 Okotober 2018, puluhan sanggar seni bergantian mengisi pertunjukan seni dari pukul 11.00 hingga 17.30 WITA.


Setiap harinya, pengunjung baik lokal maupun peserta asing, selalu memenuhi area depan panggung yang juga dibuat dengan konsep kursi bambu. Pertunjukan seni dilakukan secara estafet dari satu sanggar seni ke grup kesenian lainnya sehingga cukup menghibur sepanjang siang hingga sore hari.

Beberapa pertunjukan seni yang ditampilkan Sanggar Seni Wijaya Kusuma antara lain Tari Topeng, Tari Tumenggung melawan Jingga Anom, Tari Cirebon, dan Tari Sintren. Kemudian Gus Teja dengan musik Sundara, serta grup La Galigo dari Sulawesi Selatan dengan pertunjukan Bunga Rampai dan Angklung yang dibawakan Gitamara Atara.

Panggung Bambu yang Tak Pernah Sepi di Paviliun IndonesiaFoto: Muhammad Idris/Detikcom

Sementara bagi penikmat musik gamelan, bisa menunggung gelaran dari Sanggar Seni Soerya Soemirat yang kental dengan nuansa tari dan musik Jawa lama. Dentuman musik dan gerak irama yang lugas bisa disaksikan saat penampilan Noken Lab & Street Pas yang menonjolkan kesenian Papua.

Selain di belakang tenda Indonesia Paviliun, sebenarnya ada dua lokasi lain pertunjukan seni di Pertemuan IMF-Bank Dunia, yakni di Taman Jepun dan Kolam Renang Westin. Meski frekuensi pertunjukan seni di kedua tempat tersebut relatif lebih sedikit.


Baca juga informasi Indonesia Pavilion IMF-WBG selengkapnya di sini.
(idr/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed