DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 20:49 WIB

Anggota Komisi XI soal 'Game of Thrones': Pidato Terbaik Jokowi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Anggota Komisi XI soal Game of Thrones: Pidato Terbaik Jokowi Misbakhun (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memuji pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan IMF-World Bank yang memberikan analogi hubungan antarnegara maju ibarat serial 'Game of Thrones'. Misbakhun menilai pidato tersebut sebagai pidato terbaik Jokowi.

"Ini adalah salah satu pidato terbaik Bapak Presiden Jokowi yang pernah saya lihat dan dengarkan," ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis, Jumat (12/10/2018).

Misbakhun, yang juga hadir dalam pertemuan IMF-WB, mengaku menyaksikan langsung decak kagum dari para delegasi dan peserta yang hadir. Dia juga mengaku menangkap suasana emosi dan kebatinan saat Jokowi memaparkan pidatonya.

"Bagi saya, isi pidato Presiden Jokowi menunjukkan standing position Indonesia sebagai negara yang berdaulat di depan organisasi sekelas IMF dan World Bank. Bapak Presiden Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia punya sikap yang jelas dalam mengatur kedaulatan ekonominya," tuturnya.

"Pesan itu disampaikan dengan sangat halus tapi penuh makna lewat simbolisme 'Game of Thrones' tidak ada keinginan menggurui sehingga isi pesan bisa sampai kepada para seluruh yang hadir," sambung Misbakhun.


Lebih lanjut Misbakhun menjelaskan substansi pidato Jokowi memang penuh simbol dan makna. Melalui analogi serial yang diadaptasi dari novel besutan George RR itu, kata Misbakhun, Jokowi ingin menunjukkan adanya konflik kepentingan antarnegara maju.

"Presiden Jokowi sebagai orang Jawa. Punya filosofi hidup yang tinggi. Sungguh sebuah kedalaman pemahaman sebagai tuan rumah sebuah hajatan besar sekelas IMF-World Bank Annual Meeting," katanya.

"Bapak Presiden mengambil simbolisme 'Game of Thrones' atas konflik antara kepentingan dalam perang dagang yang sedang terjadi antara Amerika dan China. Ketidakseimbangan antara negara maju dan negara berkembang. Konflik kepentingan ideologi liberalisme di Barat dan pemerataan di Timur. Pertentangan peradaban antara masyarakat modern di Barat dan masyarakat tradisional di Timur. Pertentangan antara kebaikan dan keburukan," lanjut Misbakhun.


Misbakhun juga mengatakan, melalui pidatonya itu, Jokowi berpesan perlunya negara besar pemain utama dunia bersikap lebih adil. Jokowi, menurutnya, ingin mengajak dunia memikirkan kebijakan yang lebih menjawab permasalahan ketidakseimbangan antara negara maju dan negara berkembang serta konflik peradaban Timur dan Barat.

"Perlunya adanya kebersamaan untuk menghadapi ketidakadilan yang sudah berlangsung saat ini untuk segera diakhiri. Karena kalau tidak, maka kerusakan akibat yang ditimbulkan oleh ketidakadilan akan menimpa semuanya. Salah satunya adalah akibat dari perang dagang antara USA dengan China saat ini," ucapnya.

"Yang utama, semua kubu kebaikan harus menyatu untuk mengalahkan keburukan demi menyelamatkan peradaban dunia," sambungnya," imbuh Misbakhun.


Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengingatkan pemimpin dunia bersiap menghadapi ketidakpastian global. Pria kelahiran Surakarta ini pun mengutip istilah 'winter is coming' dari film 'Game of Thrones'.

"Perang dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa winter is coming," ujar Jokowi dalam plenary session IMF-WB 2018 di Nusa Dua Hall, Bali, Kamis (11/10).

"Namun akhir-akhir ini, hubungan di antara negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti 'Game of Thrones'. Balance of power dan aliansi di antara negara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan," imbuh Jokowi.
(mae/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed