"Rakyat juga akhirnya melihat siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan itu ketika tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik, rakyat paham siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan," kata Hasto kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).
Baca juga: KIK Puji Pidato Game of Thrones Jokowi |
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu membandingkan pernyataan Prabowo dengan kasus hoax penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Ia menyebut kubu Prabowo tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik sehingga kubu Prabowo ikut menyebarkan hoax penganiayaan Ratna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pernyataan sistem ekonomi Indonesia kebodohan disampaikan Prabowo dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Timur, Kamis (11/10). Istilah 'ekonomi kebodohan' disebut Prabowo karena ia mengklaim jutaan hektare tanah dikuasai swasta.
"Tapi kita lihat sekarang jutaan hektare tanah kita dikuasai oleh perusahaan swasta. Mereka bawa uangnya ke luar negeri. Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib ini, menurut saya 'ekonomi kebodohan'. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kata Prabowo. (nvl/nvl)










































