DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 19:23 WIB

Indonesia Tak Ikut Malaysia yang Sedang Godok Hapus Hukuman Mati

Yulida Medistiara - detikNews
Indonesia Tak Ikut Malaysia yang Sedang Godok Hapus Hukuman Mati Jaksa Agung M Prasetyo. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Malaysia memutuskan menghapus hukuman mati dan RUU mengenai penghapusan itu akan segera diajukan ke parlemen. Jaksa Agung RI HM Prasetyo mengatakan Indonesia tidak akan memberlakukan moratorium hukuman mati.

Prasetyo mengatakan hukuman mati di Indonesia masih bisa diberlakukan sepanjang masih diatur dalam hukum positif, misalnya dalam kasus pembunuhan berencana, narkoba, dan terorisme. Dia mencontohkan hukuman mati dalam kasus narkoba sangat diperlukan karena mengingat bahaya peredaran narkoba bagi generasi muda bangsa.

"Bagaimana adikmu terlibat korban jaringan narkoba? Kalau saudara kita atau orang yang dekat di hati kita dan sekarang korbannya banyak. Itu yang menjadi concern kita. Tidak ada istilah moratorium," ujar Prasetyo di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).


Prasetyo mengatakan sebenarnya mengenai hukuman mati ini juga disetujui di beberapa negara, misalnya Rusia. Dia menyebut beberapa waktu lalu bertemu dengan Jaksa Agung Rusia yang menyatakan setujui dengan pemerintah Indonesia terkait hukuman mati.

"Waktu kami ketemu Jaksa Agung Rusia mereka sempat menanyakan masalah itu. Saya bilang kita masih menerapkan hukuman mati. Mereka sangat setuju di Rusia pun setuju hukuman mati. Hanya mereka terikat pada aturan wilayah Eropa sehingga sejak 19 tahun lalu mereka hentikan itu. Mereka sangat setuju dan mendukung karena tahu bahayanya," kata Prasetyo.

Meski memastikan hukuman mati di Indonesia masih akan ada, Prasetyo tak menyebut kapan eksekusi mati selanjutnya dilaksanakan.

"Kita tinggal tunggu waktu pada saatnya kita akan eksekusi kita kasih tahu," ujarnya.


Sebagai contoh komitmen Indonesia melanjutkan hukuman mati, Prasetyo menyebut ada terdakwa yang rencananya dituntut mati. Hal itu karena diduga para terdakwa berada dalam jaringan narkoba.

"Hari ini ada tujuh terdakwa perkara narkoba yang kita nilai sebagai bagian dari jaringan peredaran narkoba, kita tuntut pidana mati," ungkapnya.

Sebelumnya, Amnesty International Indonesia menyambut baik keputusan Malaysia menghapus hukuman mati dan meloloskannya di parlemen. Lembaga hak asasi manusia tersebut juga meminta negara-negara lain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengambil langkah yang sama.

Sebuah undang-undang baru di Malaysia rencananya dibahas dalam sidang parlemen yang akan dimulai pada pekan mendatang. Ini terkait dengan keputusan pemerintah menghapus hukuman mati.

"Seluruh hukuman mati akan dihapuskan. Titik. Karena kita akan menghapusnya, semua eksekusi hendaknya jangan dilaksanakan," ungkap Menteri Bagian Hukum di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Datuk Liew Vui Keong, seperti dilansir dari ABC Australia.
(yld/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed