DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 18:02 WIB

Bicara Kasus Suap Eddy Sindoro, KPK Singgung Nama Nurhadi

Haris Fadhil - detikNews
Bicara Kasus Suap Eddy Sindoro, KPK Singgung Nama Nurhadi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - KPK bicara soal pengembangan kasus dugaan suap dari pengusaha Eddy Sindoro. Salah satu yang disinggung adalah nama mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

"Nanti kita akan mengembangkan seperti apa kaitannya dengan N (Nurhadi) dan L (Lucas/tersangka merintangi penyidikan Eddy Sindoro) seperti apa itu bisa maju nanti," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Saut kemudian bicara soal keterlibatan eks Ketua KPK Taufiqurachman Ruki dalam penyerahan diri Eddy Sindoro. Dia menilai hal itu sebagai bentuk kepercayaan terhadap Ruki.
"Yang menarik di balik ini adalah kenapa persoalan trust itu jatuh ke seseorang yang sangat senior di KPK itu menarik sebenarnya. Ini menarik, trust itu kenapa Saut yang sering muncul didatangi Saut itu nggak mungkinlah. Ini soal trust. Oleh sebab itu, saya katakan aset-aset seperti Pak Ruki ini yang sebenarnya harus di-maintenance dan seperti itulah harusnya senior. Bukan malah bikin repot KPK, ya nggak," ucapnya.

"Mungkin bisa jadi yang bersangkutan sudah cerita (ke Ruki), kan bayangannya dengan kasus yang lain dia seperti apa. Tadi kita bicara teknis juga. Mungkin bisa jadi lebih percaya," sambungnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka sejak 2016. Dia diduga berperan memberikan arahan dalam pemberian suap yang dilakukan seorang swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno kepada Edy Nasution, yang saat itu menjabat panitera sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dalam putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro disebut sebagai Presiden Komisaris Lippo Group.

Baik Doddy maupun Edy Nasution sudah menjalani hukuman. Doddy menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan, sedangkan Edy Nasution harus meringkuk di penjara selama 8 tahun dan membayar denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.
(HSF/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed