DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 17:46 WIB

MPR Latih Masyarakat Jadi Narasumber Empat Pilar

Robi Setiawan - detikNews
MPR Latih Masyarakat Jadi Narasumber Empat Pilar Foto: MPR
Jakarta - MPR terus melakukan sosialisasi Empat Pilar ke berbagai lapisan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan training of trainer (TOT) yang rutin digelar. Melalui TOT pula diharapkan banyak masyarakat yang bisa jadi narasumber Empat Pilar yang kompeten.

"Untuk itu MPR melakukan training of trainer," kata anggota MPR dari Fraksi Nasdem Bachtiar Aly dalam keterangan tertulis, Jumat (12/10/2018).

Bachtiar yang menjadi pembicara dalam TOT di kalangan TNI AL, Surabaya mengatakan MPR mempunyai Badan Sosialisasi yang beranggotakan 45 orang yang bertugas khusus untuk menyosialisasikan Empat Pilar kepada masyarakat.



Selain dari anggota Badan Sosialisasi, menurutnya, semua anggota MPR juga mempunyai kewajiban yang sama yakni ikut menyosialisasikan Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Walau begitu, MPR juga mengajak elemen di masyarakat dan pemerintah untuk turut membantu menyosialisasikan Empat Pilar.

Menurut Bachtiar, TOT diperuntukan bukan hanya bagi Perwira Menengah TNI AL, namun juga sudah dilakukan di kalangan TNI AD, TNI AU, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, mahasiswa, dan lapisan masyarakat lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Setelah TOT, sampaikan Empat Pilar di lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat," imbaunya.



Menjaga Empat Pilar adalah hal yang harus dilakukan oleh warga negara. Bangsa Indonesia bisa terbentuk karena perjuangan dari para pendahulu. Para jong atau pemuda dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Ambon, Betawi, Sunda, pemuda Islam, dan dari daerah serta organisasi pemuda lainnya pun turut menggagas Indonesia.

Dirinya menerangkan bahwa saat itu meski Indonesia belum ada namun mereka sudah menyatakan satu nusa, bangsa, dan bahasa Indonesia. Dalam hal bahasa, Bachtiar menyebut para pemuda telah memilih bahasa Melayu, yang saat itu sebagai lingua franca atau bahasa pengantar dari Madagaskar hingga Melayu, menjadi bahasa persatuan.

"Jadi bukan memilih bahasa yang mayoritas yang digunakan," tuturnya.

Dirinya pun bersyukur bahasa Indonesia menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Menurutnya, hal demikian tidak terjadi di Belgia, India, yang tidak memiliki bahasa persatuan. Di Belgia itu ada bahasa Perancis, Belanda, Jerman, bahkan Inggris," ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Bachtiar juga mengingatkan semua akan bahaya hoax. Menurutnya sesuatu yang merugikan masyarakat sebaiknya tak diekspos. Bila sesuatu kebohongan diulang-ulang maka hal yang demikian seolah-olah menjadi benar.

Meski demikian dirinya berharap orang yang mengerti dan mengetahui kebenaran tidak diam. Dirinya mencontohkan saat Hittler berkuasa di Eropa akibat dari banyaknya orang-orang yang pandai dan tahu namun diam.

"Jerman menjadi negara otoriter karena orang pandai diam," ungkapnya.

Sementara itu anggota MPR dari Fraksi PKS, T. B. Sjoenmandjaja yang dalam kesempatan yang sama juga menjadi pembicara, mengakui forum TOT di kalangan TNI AL berlangsung dengan baik.

"Mereka banyak menyampaikan pertanyaan, pendapat, bahkan kritik," ujar Sjoenmandjaja.

Sjoenmandjaja menyebut sosialisasi yang dilakukan ini merupakan amanah dari UU MD3. Menurutnya, ormas, mahasiswa, bahkan pengamen, dan klub penggemar sepeda onthel pun pernah mendapat sosialisasi.

"Sosialisasi diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Sjoenmandjaja pun turut bercerita perihal pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang pernah tidak diajarkan lagi di sekolah, dari SD hingga SMA.

Menurutnya, saat menjadi anggota Komisi X DPR dirinya menyampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) saat itu, M. Nuh bahwa dia telah melakukan sosialisasi kepada guru-guru.

"Untuk itu saya menyampaikan kepada Mendikbud agar PMP dimasukkan kembali ke dalam kurikulum sekolah," paparnya.



(mul/mpr)
mpr
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed