DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 12:42 WIB

Polisi Juga akan Periksa Tsamara soal 'Potong Bebek Angsa PKI' Fadli

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Polisi Juga akan Periksa Tsamara soal Potong Bebek Angsa PKI Fadli Tsamara Amany (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest selesai memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait pelaporannya kepada Fadli Zon. Bareskrim berencana akan memanggil politikus PSI lain untuk dimintai keterangan terkait kasus ini, seperti Tsamara Amany dan Guntur Romli.

"Tadi saya dikasih pertanyaan belasan, lalu saya diminta menjelaskan secara detail, saya tahu peristiwa posting-an Twitter itu kapan, lalu ditanyakan juga kenapa menurut Rian ini harus dilaporkan. Hal-hal yang sebenarnya sudah saya lakukan di laporan pertama kali," kata Rian di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

Memenuhi undangan pukul 09.00 WIB, pemeriksaan Rian berlangsung sekitar 2,5 jam. Ia menyebut hanya ditanya-tanya seputar peristiwa posting-an itu. Hanya satu penyidik yang bertanya-tanya kepadanya.

Ia juga menyebut pihak Bareskrim belum berencana memanggil ulang dirinya. Namun, jika Bareskrim memanggil, Rian siap memenuhi panggilan itu.


"Jadi saya tadi tanda tangan dua rangkap dokumen, judulnya kalau nggak salah Berita Acara Wawancara, kalau nggak salah, ya. Itu dua rangkap dan dua duanya dipegang oleh rekan penyidik di dalam," imbuhnya.

Selain itu, Rian menyebut pihak Bareskrim akan memanggil politikus PSI lainnya untuk dimintai keterangan terkait pelaporannya itu. Politikus PSI yang mungkin akan dipanggil adalah Tsamara Amany dan Guntur Romli.

"Penyidik akan memanggil beberapa orang yang mengetahui peristiwa ini. Misalnya, mungkin akan dipanggil juga Tsamara karena beliau juga mengetahui kan atau juga Bro Guntur Romli juga mungkin akan dipanggil," kata Rian.


"Ini buat melengkapi saja sih, jadi kan biar ceritanya utuh. Kalau dari versi saya saja kan nggak terlalu utuh, ya," sambungnya.

Diketahui, PSI resmi melaporkan Fadli Zon ke Bareskrim Polri terkait video dugaan lagu 'Potong Bebek Angsa PKI' di akun Twitter-nya. Laporan itu tertuang pada nomor pelaporan LP/B/1189/1X/2018/BARESKRIM tanggal 25 September 2018.

Fadli di Twitter mem-posting video yang menampilkan tiga pria dan enam perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka membentuk formasi tarian.

Mereka berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik tajam. Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. Secara keseluruhan, lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo-Sandi.


Saksikan juga video 'Politisi PSI Jadi Saksi Soal Pelaporan 'Potong Bebek Angsa PKI' Fadli':

[Gambas:Video 20detik]


(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed