Nasib Otopsi Jaksa Umbu Terkatung-katung
Jumat, 19 Agu 2005 16:17 WIB
Jakarta - Keganjilan kondisi fisik jenazah Wakajati Sulawesi Tenggara (Sultra) Umbu Lage Lozara mengundang banyak tanya. Sayangnya, koordinasi aparat untuk mengotopsi jenazah belum juga terlaksana. "Sejauh ini, Kejaksaan Agung belum mendengar langsung penjelasan keluarga yang mengizinkan untuk otopsi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Soehandojo di Kantor Kejagung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2005). Seperti diberitakan, pada Kamis 4 Agustus 2005, Jaksa Umbu, yang pernah menangani kasus mantan Presiden Soeharto, meninggal di Hotel Ilham, Raha, Kabupaten Muna, Sultra. Jenazah dimakamkan di Ungaran, Jawa Tengah.Ketika masih berada di Raha, dr Nyoman Sawiti yang mengotopsi almarhum mengaku tidak melihat adanya keganjilan pada fisik jenazah. Anehnya, ketika berada di Jawa Tengah, keluarga terkejut menyaksikan kondisi jenazah yang tidak normal. Wajahnya lebam, lehernya ada bekas jeratan, di tangannya ada luka memar, dan lidah tampak terjulur.Saat ditanya kesediaan keluarga untuk mengotopsi jenazah, Soehandojo menjawab, "Kejagung hingga saat ini masih menunggu penjelasan keluarga almarhum."Pada Selasa 16 Agustus lalu, Soehandojo menyampaikan, Kapolda Sultra sudah menyampaikan permintaan tertulis kepada Kapolda Jateng. Isinya, Kapolda Sultra meminta difasilitasi kemungkinan mengotopsi jenazah Jaksa Umbu. Tapi, hingga kini tak kunjung ada kejelasan untuk mengotopsi suami dari Srihadi Indro Chrisnowati, yang juga jaksa di Kejati DKI Jakarta.
(ism/)











































