Menurutnya, Pancasila dapat membuat rakyat menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia juga bisa mencapai satu cita-cita demi kemajuan dan kesejahteraan bersama dengan Pancasila.
"Pemahaman tersebut tidak main-main. Bayangkan 200 juta lebih rakyat Indonesia yang berbeda agama, ras, suku, dan budaya pastilah banyak sekali perbedaan pendapat dan prinsip serta keinginan tapi menyatu selama Pancasila hadir dan menjadi ideologi bangsa," ujar Mahyudin dalam keterangan tertulis, Kamis (11/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tidak ada Pancasila yang menjadi jalan tengah, ujarnya, bisa dibayangkan masing-masing daerah akan saling ngotot. Bahkan ada konflik agar ideologi bangsa sesuai dengan agama, suku, dan ras masing-masing. Sebab, masing-masing pasti berpegang teguh bahwa agamanya, kepercayaannya, atau sukunyalah yang paling benar dan baik.
"Pancasila kemudian muncul dan diterima dengan baik oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai ideologi bangsa dan tetap mampu bertahan menjaga keutuhan bangsa selama 73 tahun dan akan terus bertahan jika kita anak bangsa konsisten menjaga dan merawatnya," ujarnya.
Mahyudin juga menyatakan begitu mudahnya rakyat Indonesia menerima Pancasila sebagai ideologi sangat bisa dimaklumi. Sebab Pancasila bukan doktrin maupun ciptaan manusia. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila digali oleh Bung Karno dari jiwa rakyat Indonesia sendiri. Dengan begitu nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah menjadi karakter rakyat Indonesia sejak dulu.
Saksikan juga video 'Makna Pancasila di Tengah Kehidupan Masyarakat':
(ega/idr)











































