DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 17:52 WIB

Geledah Terkait Bupati Malang, KPK Sita Rp 323 Juta dan SGD 15 Ribu

Haris Fadhil - detikNews
Geledah Terkait Bupati Malang, KPK Sita Rp 323 Juta dan SGD 15 Ribu Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Proses penyidikan terkait Bupati Malang Rendra Kresna dimulai KPK sejak 4 Oktober 2018. Empat hari kemudian atau pada 8 Oktober 2018, KPK memulai penggeledahan hingga hari ini, 11 Oktober 2018.

"Sampai hari ini penggeledahan di 22 lokasi," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Beberapa lokasi yang digeledah seperti Pendopo Bupati Malang, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rumah Dinas Bupati, hingga Kantor Korwil Jawa Timur NasDem. Dari lokasi-lokasi itu, tim KPK menyita dokumen, bukti elektronik, hingga uang tunai.




Berikut data rincian uang yang disita serta didapat dari mana:
- Rumah dinas bupati disita SGD 15 ribu
- Kantor Bina Marga disita Rp 305 juta
- Rumah salah satu kepala bidang Rp 18,950 juta

"Hari ini penggeledahan masih berlangsung di lokasi lainnya di Kabupaten Malang, akan kami sampaikan lebih lanjut perkembangan informasinya," ucap Saut.

KPK menyebut Rendra dijerat KPK dengan 2 sangkaan yaitu suap dan gratifikasi. Total penerimaan uang Rendra disebut KPK Rp 7 miliar.




Berikut rincian 2 perkara yang menjerat Rendra:

Suap

- Tersangka: Rendra Kresna selaku Bupati Malang dan Ali Murtopo sebagai swasta.
- Terkait: Penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
- Total suap: Rp 3,45 miliar

Gratifikasi

- Tersangka: Rendra Kresna selaku Bupati Malang dan Eryk Armando Talla sebagai swasta.
- Terkait: Sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang
- Total suap: Rp 3,55 miliar
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed