DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 15:07 WIB

Datangi Polda Metro, Farhat Tanya Perkembangan Kasus Hoax Ratna

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Datangi Polda Metro, Farhat Tanya Perkembangan Kasus Hoax Ratna Farhat Abbas mendatangi Polda Metro Jaya. (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Politikus PKB Farhat Abbas mendatangi Polda Metro Jaya. Farhat ingin menanyakan perkembangan kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Hari ini saya koordinasi tentang saksi dan jadwal pemeriksaan lanjutan untuk laporan kita terhadap 17 orang terlapor," kata Farhat di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Farhat melaporkan 17 orang terkait kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet ke Bareskrim Polri. Namun, menurut dia, laporan tersebut dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

"Karena saya dapat informasi semua laporan fokus di Polda Metro Jaya, baik yang di Bareskrim, keterkaitannya menjadi satu berkas," ujarnya.


Farhat meminta polisi tak hanya memproses hukum pihak yang membuat kebohongan, tapi juga orang yang menyebarkan kabar bohong tersebut. Menurut dia, aturan untuk menjerat orang yang menyebarkan kabar hoax sudah jelas tertuang dalam UU.

"Kita minta agar segera pihak kepolisian bisa memperlakukan sama orang-orang yang menyebarkan hoax, orang-orang yang memprovokasi kampanye hitam ini dengan pembohong juga. Sebenarnya, kalau bicara sederhana saja, orang yang berbohong harusnya dihukum," ucapnya.

"Orang yang mau dibohongi dan menyebarkan kebohongan juga harus dihukum lebih berat lagi. Cuma untuk pasal tersebut ancaman hukumannya pembohongnya 10 tahun, orang yang baik disengaja maupun tidak disengaja menyebarkan kebohongan itu dihukum hanya 3 tahun," tambah Farhat.

Selain itu, Farhat meminta polisi mentersangkakan para pihak yang terlibat dalam penyebaran kabar hoax penganiayaan Ratna. Dia khawatir pihak-pihak tersebut melarikan diri.


"Jadi harapan kita, segera semua saksi diperiksa, kemudian dipanggil mereka. Ditetapkan sebagai tersangka, kalau perlu, nggak dipanggil-panggil lagi. Takutnya ketujuh belas orang ini melarikan diri, menghilangkan barang bukti, bahkan membuat opini-opini yang menyudutkan, termasuk membuat laporan terhadap saya di Mabes Polri," imbuhnya.

Farhat, yang tergabung dalam Komunitas Pengacara Indonesia Pro-Jokowi (Kopi Pojok), melaporkan sejumlah tokoh terkait kebohongan Ratna. Selain Kopi Pojok, pihak-pihak yang melaporkan adalah relawan Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Biar Pak Jokowi Saja (BPJS), dan Saya Tetap Memilih Jokowi (STMJ).

Laporan tersebut sebelumnya disampaikan di gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (3/10). Tujuh belas orang tersebut dilaporkan atas kasus dugaan ujaran kebencian dengan nomor laporan LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM.

Berikut ini 17 orang yang dilaporkan Farhat cs:

1. Prabowo Subianto
2. Sandiaga Uno
3. Ratna Sarumpaet
4. Fadli Zon
5. Rachel Maryam
6. Rizal Ramli
7. Nanik S Deyang
8. Ferdinand Hutahaean
9. Arief Poyuono
10. Natalius Pigai
11. Fahira Idris
12. Habiburokhman
13. Hanum Rais
14. Said Didu
15. Eggi Sudjana
16. Captain Firdaus
17. Dahnil Anzar Simanjuntak


Simak Juga 'Plt Kadisparbud DKI Diperiksa Polisi soal Biaya Ratna ke Chile':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed