Napi Lapas Palu-Donggala akan Diungsikan ke Rutan Maesa

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 11 Okt 2018 13:51 WIB
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Jakarta - Polri mengatakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), tak bisa dihuni saat ini karena bangunannya rusak parah.

Karena itu, Kementerian Hukum dan HAM beserta Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulteng berkoordinasi dengan Polri untuk menggunakan Rutan Maesa, yang akan dijadikan tempat sementara para napi.

"Lapas Palu dan Lapas Donggala tidak bisa dioperasikan karena bangunannya rusak berat dan dinding penjara roboh," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo lewat keterangan tertulis, Kamis (11/10/2018).






"Rutan Maesa rencananya akan menjadi penampungan sementara seluruh napi dari Lapas Palu dan Lapas Donggala," sambung dia.

Dedi menjelaskan Kemenkum HAM telah berkoordinasi dengan Polda Sulteng untuk membantu dari sisi pengamanan di Rutan Maesa.

"Personel Polri membantu pengamanan," ujar Dedi.

Menurut Dedi, saat ini masih banyak napi yang belum melaporkan keberadaannya kepada pihak lapas pascagempa dan tsunami.





"Kepala Lapas Palu menyampaikan, pada saat sebelum kejadian, warga binaan berjumlah 561 napi dan semua melarikan diri. Belum kembali atau belum melapor 534 orang dan sudah melapor 27 orang," jelas Dedi.

Sementara itu, dari 342 orang penghuni Lapas Donggala, sebanyak 293 orang yang melarikan diri belum melapor dan baru 49 orang yang melapor.

"Kepala Rutan Maesa Palu menyampaikan jumlah napi 465 orang dan semua melarikan diri. Belum melapor 333 orang dan sudah melapor 132 orang," terang Dedi.

Kemudian di Lapas Parigi, sebanyak 76 dari 380 narapidana melarikan diri. Menurut Dedi, belum ada satu pun narapidana yang melapor ke pihak lapas.


Simak Juga 'Pascagempa Masih Ada 1.096 Napi di Palu Belum Lapor':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/fdn)