"Perjuangan kiai dan santri untuk bangsa ini tak perlu lagi dipertanyakaan. Begitu juga nasionalismenya karena para kiai dan santri sudah mengikrarkan hubbul wathan minal iman (cinta negeri bagian dari iman) sejak dahulu kala," ujar Rommy dalam keterangan tertulis, Kamis (11/10/2018).
Rommy membacakan puisi dalam acara Malam Kebudayaan Pesantren, malam tadi. Ia memilih puisi yang berisi tentang kehidupan para santri dan perjuangan mereka untuk negeri dengan judul Perjuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut isi puisi yang dibacakan Rommy:
Perjuangan
Sekumpulan anak muda dengan kopiah hitam dan sarung berlarian menuju panggilan adzan
Surau tua berada di ujung senja, gelegar suara toa mengisi seluruh ruang hampa
Matahari tenggelam, hari perlahan gelap membuka cakrawala bintang-bintang
Dari kejauhan terdengar kerumunan bacaan Al-Quran saling bersahutan
Mereka, para kiai dan santri adalah pondasi bagi berdirinya bangsa ini
Yang tidak akan bisa kami lupakan jerih payah perjuangan mereka
Demi persembahan terbaik untuk anak cucu nanti
Doa-doa dan perjuangan mewarnai tegaknya sang saka merah putih
Bumi nusantara yang subur dan berlimpah harus kita syukuri
Agar menjadi barokah dikemudian hari
Teringat olehku, fatwa K.H. Hasyim Asyari yang menyebut bahwa Hubbul wathan minal iman
Ya, mencintai negeri adalah sebagian dari iman
Sebab, negeri ini bukanlah hadiah yang di persembahkan Tuhan tanpa perjuangan.
Tanpa pengorbanan, negeri ini tak akan berdiri
Akan selalu kuingat, semua doa yang kalian panjatkan demi kami.
Akan selalu kuingat, mujahadah yang kalian lakukan agar damai bangsa ini.
Akan selalu kuingat, semua yang kalian korbankan demi kebahagiaan kami.
Terimakasih kiai dan santri, yang berjuang agar tegak berdiri, surga bernama Indonesia ini.
Simak Juga 'Jaringan Kiai Santri Nasional Dukung Jokowi-Ma'ruf': (ega/idr)










































