PAN Minta Larangan Kampanye di Pesantren Dipatuhi, Tim Jokowi Siap

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 11 Okt 2018 12:21 WIB
Maman Imanulhaq (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menaati aturan larangan kampanye di pesantren. Timses Jokowi-Ma'ruf menegaskan siap mematuhi aturan itu.

"Kalau TKN Jokowi-Amin sederhana saja. Kalau itu jadi regulasi yang kita harus patuhi secara bersama, ya kita patuhi bahwa tidak boleh ada kampanye bahwa itu di pesantren, apalagi kampus dan lain sebagainya," kata Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Maman menegaskan TKN siap mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Meski begitu, timses Jokowi-Ma'ruf juga meminta aturan itu semakin diperjelas.


"Bawaslu harus bersikap tegas, jangan satu kelompok diiyakan dan satu kelompok nggak dan sebagainya," ucap Maman.

Terkait Ma'ruf Amin yang sering berkunjung ke pesantren, ia menyebut hal itu hanya sebatas silahturahmi. Maman menegaskan itu bukan bagian dari kampanye karena tidak ada ajakan memilihnya.

Ia juga menyinggung Sandiaga Uno, yang kerap berkunjung ke kampus-kampus. Menurut Maman, hal itu wajar selama tidak berkampanye.

"Jadi menurut saya kita fleksibel saja kok, hari ini misalnya Sandi di Cirebon datang ke beberapa komunitas, fair-fair saja. Menurut saya, yang penting jangan ada yang langgar aturan," kata politikus PKB itu.


Maman pun menyebut selama hanya berdiskusi atau bersilahturahmi, itu sah-sah saja. Ia mengatakan, ke depan akan meminta DPR meninjau ulang posisi kampus. Menurutnya, mahasiswa tidak bisa dijauhkan dari politik sebenarnya.

"Ini regulasinya harus diubah. Penting bagaimana anak-anak muda ikut serta dalam dinamika politik praktis dalam ide dan gagasannya bukan dalam konteks mereka jadi tim hore atau dimobilisasi untuk memilih satu calon," kata anggota Komisi VIII DPR itu.

Sebelumnya, juru bcara Prabowo-Sandiaga yang juga Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay meminta kubu Jokowi-Ma'ruf menaati aturan Bawaslu. Aturan itu terkait larangan berkampanye di sekolah dan pesantren.

"TKN Jokowi-Ma'ruf diharapkan menaati aturan larangan kampanye di sekolah dan pesantren. Kalau sekadar bertamu, silaturahmi, dan kuliah umum kan tidak ada masalah. Tapi kalau sudah ada kampanye dan penggiringan opini untuk memilih salah satu paslon, itu dapat dianggap pelanggaran," ungkap Saleh.


Simak Juga 'Video Kampanye Jokowi Ungkap Sosok Ayah di Biskuit Khong Guan':

[Gambas:Video 20detik]


(elz/elz)