DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 11:58 WIB

PPP: Barisan Prabowo-Sandi Kecewa Gagal Goreng Isu Premium Naik

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PPP: Barisan Prabowo-Sandi Kecewa Gagal Goreng Isu Premium Naik Sekjen PPP Arsul Sani (Foto: dok. PPP)
Jakarta - Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik maju-mundurnya kenaikan harga Premium. Bagi pihak Joko Widodo-Ma'ruf Amin, kritik dari oposisi tersebut bentuk kekecewaan.

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin sebelumnya menyebut maju-mundur kenaikan harga Premium seperti meneror masyarakat. Kritik Suhud dianggap Sekjen PPP Arsul Sani sebagai rasa frustrasi gagal menggoreng isu kenaikan harga Premium.

"Barisan PAS (Prabowo-Sandi), termasuk PKS, kecewa karena gagal memiliki bahan 'gorengan' besar akibat Presiden Jokowi tidak menyetujui usulan kenaikan harga BBM Premium dari jajaran di bawahnya," kata Arsul via pesan singkat, Kamis (11/10/2018).


"Karenanya, mereka 'menggoreng'-nya, meski hanya sebagai gorengan dengan menuduh pemerintah amatiran dan sebagainya," imbuh dia.

Arsul mengklaim soal kenaikan harga BBM jenis Premium baru sebatas usulan dari institusi pelaksana, dalam hal ini Pertamina, yang memerlukan persetujuan dari Presiden. Persetujuan dari Jokowi untuk memutuskan naik-tidaknya harga Premium, kata Arsul, akan mempengaruhi beban R-APBN dan harga-harga barang kebutuhan sehari-hari.

"Jadi belum menjadi sebuah keputusan final pemerintah. Ketika Presiden melihat alternatif kebijakan lain, usulan itu tidak ditetapkan menjadi keputusan final," katanya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu meminta oposisi tidak usah menggoreng-goreng isu yang sebenarnya tidak ada.


"Jadi sebenarnya tidak ada persoalan yang patut menjadi 'gorengan' politik mereka yang berada di kubu luar pemerintahan," ucap Arsul.

Maju-mundur rencana kenaikan harga BBM itu diawali dengan informasi bahwa harga BBM akan naik, yang diperoleh detikFinance sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (10//10). Pukul 17.00 WIB, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyatakan kenaikan harga BBM batal dieksekusi kemarin.

"Sesuai arahan Bapak Presiden rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa-Madura-Bali) menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, ditunda," kata Jonan kepada detikcom, Rabu (10/10).


Simak Juga 'BUMN Tak Tahu Rencana Kenaikan Harga Premium':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed