DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 11:05 WIB

PDIP Bela Pemerintahan Jokowi Soal Kenaikan Harga BBM

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
PDIP Bela Pemerintahan Jokowi Soal Kenaikan Harga BBM Foto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta - Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM non subsidi. PDI Perjuangan sebagai partai pendukung utama Jokowi menyebut keputusan itu memikirkan rakyat kecil.

"Premium bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Berbeda dengan Pertamax yang lebih dikonsumsi oleh mobil-mobil mewah. Ini bauran kebijakan yang sangat tepat dan menunjukkan perhatian utama Pak Jokowi pada kepentingan rakyat kecil," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018).

Sebelumnya, Premium juga direncanakan naik tetapi ditunda. Penundaan kenaikan harga Premium disebutnya menunjukkan watak Presiden Jokowi.


Jokowi menurut Hasto mendengarkan suara rakyat Indonesia, baik di kota maupun pelosok-pelosok daerah Indonesia. Tradisi blusukan Jokowi disebutnya membangun kepekaan pemimpin terhadap rakyatnya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu menyebut kebijakan pemerintah di bidang energi menunjukkan peningkatan.

"Ditinjau dari kebijakan bauran energi, energy mix maka kehadiran pembangkit listrik tenaga air termasuk mikrohidro panas bumi dan pembangkit tenaga listrik Bayu yang untuk pertama kalinya dibangun di Indonesia dengan kapasitas 75 MW serta kehadiran pembangkit listrik tenaga surya yang terus dikembangkan menjadi bukti menguatnya kedaulatan di bidang energi," ungkap dia.

Untuk itu, Hasto menyebut keputusan Presiden Jokowi terkait BBM sudah tepat. Keputusan itu dikatakannya memperhatikan orang banyak.


"Politik itu dilihat dari keputusan akhir bahwa ada dinamika di dalam penetapan harga BBM merupakan hal yang wajar. Keputusan pembatalan harga Premium itu menunjukkan bahwa terkait hal strategis, rolenya memang di Presiden, dan rakyat kecil selalu menjadi orientasi kebijakan politik ekonomi Presiden," kata Hasto.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) kemarin (Rabu 10 Oktober) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax menjadi Rp 10.400. Namun, harga bahan bakar subsidi seperti Premium belum jadi naik.

Kebijakan Jokowi pun menuai kritik dari kubu oposisi. Bahkan Waketum Gerindra Fadli Zon mengubah lirik lagu 'Naik-naik ke Puncak Gunung' untuk menyindir kebijakan Jokowi itu.


Simak Juga 'BUMN Tak Tahu Rencana Kenaikan Harga Premium':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed