DetikNews
Rabu 10 Oktober 2018, 20:38 WIB

Bawaslu DKI Telusuri Pelapor soal Guru Nelty

Yulida Medistiara - detikNews
Bawaslu DKI Telusuri Pelapor soal Guru Nelty Foto: SMA 87 Jakarta/Arief Ikhsanudin detikcom
Jakarta -

Bawaslu DKI Jakarta akan menelusuri penyebar informasi mengenai tuduhan guru SMA 87 Jakarta yang mendoktrin anti-Jokowi. Bawaslu melacak pelapor.

Anggota Bawaslu DKI Muhammad Jufri mengatakan dari hasil sementara investigasi, belum ditemukan adanya masalah terkait guru Nelty Khairiyah.

Aduan itu menurut Jufri berawal dari kiriman SMS tak dikenal ke HP kepala sekolah.

"Kami sementara itu mau menelusuri nomor telepon itu, karena nomor telepon yang SMS ke kepala sekolah itu ditelepon ulang, tapi sudah nggak aktif nomor itu. Jadi kami sudah mendapatkan nomor telepon itu, siapa sebenarnya pemilik nomor telepon itu yang memberikan informasi kepada gurunya, karena anak yang didoktrin itu tidak tahu juga siapa siswa yang didoktrin itu," kata Jufri kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).




Belum diketahui murid yang diduga didoktrin soal Jokowi. Sedangkan beradasarkan pengakuan kepada Bawaslu, Nelty merasa tak mendoktrin anti Jokowi terhadap anak murid.

"Belum jelas juga, yang didoktrin itu siapa. Dia SMS hanya mengatakan bahwa anak saya didoktrin, nah anak yang mana, kita juga belum tahu anak. Karena menurut guru agama itu selama dia belajar mengajar, enggak ada yang mengganjal menurut mereka," ujarnya.

Untuk menelusuri siapa penyebar aduan itu, Bawaslu akan bekerjasama dengan operator komunikasi. Setelah jelas duduk perkara kasus itu baru nantinya Bawaslu dapat menindak.




Sebelumnya Nelty Khairiyah, guru yang diadukan, membantah telah menyebarkan doktrin anti Jokowi kepada siswanya.

"Jadi dari saya pribadi ini pak, Insyaallah, sama sekali tidak terjadi suatu apapun, dan tidak ada niat apapun sama sekali. Saya termasuk guru yang Insyaallah netral, saya netral sekali," ujar Nelty ketika dimintai konfirmasi detikcom.

Dalam aduan terhadap Nelty yang viral di media sosial, disebutkan si guru mengumpulkan murid di masjid lalu bercerita mengenai gempa Palu merupakan salah Jokowi. Nelty membantah isi aduan itu. Dia mengaku tak pernah mengumpulkan murid di masjid.

Belakangan, Nelty Khairiyah menyatakan ada kemungkinan dia salah ucap saat mengajar menggunakan video pasca gempa Palu. Dia meminta maaf secara khusus kepada Jokowi.

"Selama dan setelah pemutaran video saya memberikan penjelasan/komentar tentang isi video. Ada kemungkinan saya salah ucap atau siswa salah mempersepsikan kalimat- kalimat penjelasan saya," ujar Nelty dalam surat yang dibuatnya.

"Sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan salah, dengan hati yang tulus saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan kejadian ini, khususnya kepada bapak Presiden Jokowi yang terbawa-bawa dalam masalah ini," sambung Nelty.


(yld/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed