Presiden SBY: Papua Sudah Clear
Jumat, 19 Agu 2005 12:07 WIB
Jakarta - Tidak perlu buang-buang waktu untuk meluruskan sejarah mengenai Papua. Sudah jelas, wilayah paling timur Indonesia itu adalah bagian dari Indonesia.Penegasan itu dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukaan Foreign Policy Breakfast dalam peringatan HUT ke-60 Departemen Luar Negeri (Deplu) di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2005)."Tidak ada yang perlu diluruskan, semua sudah clear," tegas Presiden yang tampak bersahaja dengan batik berwarna coklat.Sama halnya seperti Aceh, lanjut dia, pemerintah akan memberikan status otonomi khusus kepada Papua. Caranya dengan memberikan kedamaian, prinsip yang sama dan penegasan bahwa Papua adalah bagian dari NKRI.Presiden juga turut menyampaikan beberapa hal terkait perjanjian damai RI-GAM. Menurutnya, 15 Agustus 2005 merupakan awal baru proses perdamaian di Aceh. "Jangan dianggap itu sudah selesai. Masih banyak yang harus kita selesaikan. Banyak sekali tantangan. Oleh karena itu, kita harus sukseskan betul terminasi konflik di Aceh, dengan tetap menjadikan Aceh sebagai bagian utuh dari NKRI," papar Presiden.Dalam acara ini, Presiden didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Antara lain Menko Kesra Alwi Shihab, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi.Terlihat juga beberapa tokoh lainnya, antara lain Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Mantan Menlu Ali Alatas, sejumlah pejabat pemerintahan, dan anggota DPR.
(ism/)











































