Tidak hanya membacakan puisi sendiri, dalam acara itu ia juga membaca puisi bersama tokoh lainnya. Seperti Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Inaya Wahid serta Habiburrahman El Shirazy.
"Indonesia kini memiliki Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Ini merupakan pengakuan negara terhadap eksistensi dan peran santri bagi bangsa ini," kata Rommy dalam keterangan tertulis (10/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam Kebudayaan Pesantren ini menurut Rommy juga menunjukkan, bahwa selama ini pesantren dan santri dekat dengan kesenian. Diantaranya adalah seni puisi, dimana banyak karya santri yang diakui oleh masyarakat.
"Pesantren merupakan model pendidikan Islam asli Indonesia. Di dalamnya ada budaya belajar dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, banyak kegiatan budaya dan seni yang dilakukan santri di pesantren," terang putra dari almarhum KH Tolchah Mansoer ini. (ega/ega)











































