Pemerintah Bentuk Tim Selidiki Gangguan Listrik
Jumat, 19 Agu 2005 11:50 WIB
Jakarta - Pemerintah telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab gangguan listrik. Tim ini diketuai Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Departemen ESDM Yogo Pratomo dan anggotanya berasal dari Polri, BIN, dan ITB."Hasil penyelidikan akan dibuka ke publik," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum mengikuti rapat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/8/2005).Rapat yang membahas kasus matinya listrik pada Kamis kemarin 18 Agustus di Jawa-Bali ini akan dihadiri Direktur Utama PLN (Persero) Eddie Widiono dan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN Ali Herman Ibrahim.Purnomo juga menjelaskan penyebab matinya listrik Jawa-Bali karena faktor eksternal. "Kebanyakan itu ada faktor eksternal. Ada juga faktor keausan dari packing," katanya.Ketika ditanya faktor eksternalnya apa, Purnomo menjelaskan dengan memberi contoh jaringan listrik yang korsleting dan mati akibat dilempar dengan ular. "Maksudnya jika kita lempar ular akan terjadi korsleting, dan langsung mati. Tapi begitu ularnya mati, kering dan jatuh, sistem hidup lagi," paparnya.Purnomo pun mengimbau masyarakat untuk mendukung pembangunan sistem saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) jalur selatan yang memiliki transmisi 500 kilovolt.Penggantian Dirut PLNKetika ditanya apakah dengan kejadian ini Dirut PLN akan diganti, Purnomo menyerahkannya kepada Menneg BUMN Sugiharto. "Kami serahkan ke Menneg BUMN," katanya.Sedangkan tentang isu ada sabotase dalam peristiwa black out kemarin, Purnomo buru-buru membantahnya. "Nggak. Belum," cetusnya.Lalu dijelaskan, dirinya sudah menggelar jumpa pers pada Kamis kemarin pukul 24.00 WIB untuk menjelaskan soal black out Jawa-Bali ini. "Kita sudah melokalisasi gangguannya di Suralaya, Cibinong, dan Saguling. Dan semalam pukul 21.30 WIB sudah normal," jelasnya.
(gtp/)











































