DetikNews
Rabu 10 Oktober 2018, 14:34 WIB

Cerita Asmudin: Terseret Likuifaksi 2 Km dan Kehilangan Istri-Cucu

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Cerita Asmudin: Terseret Likuifaksi 2 Km dan Kehilangan Istri-Cucu Kondisi salah satu tenda pengungsian di Desa Jono Oge. Warga masih mengungsi setelah terjadi likuifaksi di daerah tersebut. (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Sigi - Warga Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, masih mengungsi akibat pergeseran tanah atau likuifaksi yang terjadi di wilayah mereka. Warga kini membangun tenda di wilayah perkebunan di desa Ponbewe.

"Hampir semua yang dari Jono Oge ke sini semua. Banyak keluarga mereka yang sampai sekarang belum ditemukan, terbawa lumpur," kata Kepala Dusun 2, Desa Jono Oge, Asmudin, Rabu (10/10/2018).


Asmudin sempat terseret lumpur likuifaksi sejauh 2 kmAsmudin terseret lumpur likuifaksi sejauh 2 km. (Ahmad Bil Wahid/detikcom)

Asmudin saat ini masih mengungsi di Ponbewe bersama lima anggota keluarganya. Sedangkan tujuh anggota keluarganya yang lain hanyut terseret lumpur.

"Saya juga sempat terbawa lumpur sampai 2 kilometer. Tapi alhamdulillah selamat. Waktu itu saya sempat gendong cucu juga. Tapi waktu saya tenggelam, cucu saya kasih ke yang lain. Sampai sekarang saya belum temukan cucu saya, istri, sama menantu juga," ujarnya.


Saat ditemui, bekas-bekas luka masih terlihat jelas di tubuh Asmudin dan anak-anak. Mereka kini bertahan hidup di pengungsian dengan bantuan-bantuan yang sudah berdatangan. Tak ada hiburan, tapi mereka masih bisa tertawa lewat keluhan yang dibungkus dengan candaan.

"Kita di sini sudah ada obat. Tapi tidak ada obat diare. Kalau mau ke WC, kita di sini ada WC cangkul," kata dia sambil tertawa.

Warga masih butuh tenda dan obat-obatanWarga masih butuh tenda dan obat-obatan (Ahmad Bil Wahid/detikcom)


Bantuan berupa makanan dan air bersih sudah datang ke Dusun 2, Desa Jono Oge, dua hari setelah gempa mengguncang Palu, Sigi, dan Donggala. Mereka belum tahu sampai kapan menempati lokasi itu.

"Air bersih alhamdulillah sudah ada. Tapi kita mungkin masih butuh tenda, karena kondisinya sekarang masih seperti ini. Ada anak-anak juga di sini," ucapnya.
(abw/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed